Salam jumpa kembali.

Sudah sangat lama ya aku gak pernah nulis lagi di blog ini. Terlalu banyak kesibukan yang menyita, juga karena ada beberapa hari yang harus kuhabiskan dengan berbaring di kamar perawatan rumah sakit, sebanyak 2 periode perawatan, serta masa-masa sebelum dan sesudah perawatan yang memang tidak memungkinkan bagiku untuk menulis.

Banyak hal yang sebenarnya bisa kutulis berkaitan dengan berbagai isu seputar teknologi komunikasi seluler. Tapi saat ini aku sedang merasa jenuh, bosan, dengan hal-hal semacam itu.

Kali ini aku ingin kembali menulis tentang kuliner. Kenapa? Karena dalam beberapa bulan terakhir ini ada banyak tempat kuliner baru yang bermunculan di area sekitar Cibubur. Di sepanjang Jl. Alternatif Cibubur atau dikenal juga sebagai Jl. Transyogi yang membentang mulai dari akhir Jl. Jambore (Mc Donald’s Cibubur) sampai hampir ke Cileungsi setelah melalui perumahan Kota Wisata, kita akan melihat banyak sekali penjual makanan bertebaran, mulai dari masakan tradisional sampai internasional. Dalam sekitar 6 bulan terakhir ini, kalau tidak salah, di sini telah bertambah restoran-restoran baru seperti Bale Rasa, Gajah Mungkur, Ampera, Ayam Lepaas, dan Taman Laut.

Tidak semua restoran tersebut pernah aku coba, hanya beberapa saja yang akan aku tulis di sini disertai pendapat dan rekomendasiku secara pribadi tentunya.

1. Gubug Udang Situ Cibubur

Kita mulai dari gerbang tol Cibubur. Jika kita keluar tol Jagorawi dari arah Jakarta di gerbang tol Cibubur, beberapa ratus meter setelahnya akan terlihat Tugu Pramuka, sebelum McDonald’s, beloklah ke arah kiri di sebelah tugu tersebut, maka kita akan sampai ke restoran bernama Gubug Udang Situ Cibubur. Tempatnya sangat bagus, dengan nuansa pedesaan, dan juga luas. Meski namanya mengandung kata udang, tapi di sini kita bisa mendapatkan bukan hanya menu berbahan dasar udang saja, tapi hampir semua jenis seafood dan masakan khas Sunda lainnya. Menu andalannya memang udang dengan resep favorit Udang Bakar Madu, tapi menu lainnya patut dicoba semisal gurame, cumi, kepiting, dan lain-lain. Semuanya nikmat. Sayangnya karena tempatnya yang luas dan harganya yang relatif mahal, tempat ini lebih tepat untuk jamuan makan banyak orang seperti acara dari kantor, ulang tahun, dan sebagainya. Kurang cocok untuk makan sendiri atau berdua saja kecuali tidak ada masalah dengan biaya.

2. Ayam Tangkap di Rumah Makan Kampoeng Air

Bergerak beberapa meter dari Gubug Udang melewati McDonald’s dan SPBU, kita akan sampai ke sebuah kompleks yang di dalamnya terdapat 3 restoran: Telaga Seafood, Dimsum Dermaga, dan Rumah Makan Kampoeng Air. Rumah makan yang terakhir adalah restoran penjual makanan khas Aceh. Pada awalnya aku tidak terlalu memperhatikan rumah makan ini karena menu andalan sebelumnya hanyalah Mie Aceh yang bisa juga didapat di tempat lain. Tapi semenjak terpampang tulisan besar-besar yang menyebutkan adanya menu baru Ayam Tangkap, barulah aku tertarik untuk mencobanya, dan ternyata… sangat nikmat dan bikin ketagihan. Sebelumnya jika ingin makan ayam tangkap aku harus ke restoran Nyi Iteung di Cileungsi – itupun sangat tidak menunjukkan cita rasa khas ayam tangkap dari Aceh sehingga cukup sekali makan dan tak perlu diulangi – tapi semenjak mengenal Ayam Tangkap di Rumah Makan Kampoeng Air, aku tahu kapanpun aku ingin makan Ayam Tangkap, ke sinilah tujuan utamaku.

3. Nasi Uduk dan Ayam Goreng Kampung Cibubur

Bergerak kembali ke arah Cileungsi, beberapa meter setelah komplek perumahan Raffles Hills di sebelah kiri akan kita temui sebuah rumah makan yang namanya sangat panjang:  Nasi Uduk dan Ayam Goreng Kampung Cibubur. Dan sesuai dengan namanya, menu utama di sini adalah ayam goreng kampung yang disajikan dengan nasi uduk yang gurih. Ada juga pilihan nasi putih biasa bagi yang kurang suka nasi uduk. Selain itu, di sini kita bisa juga menikmati sajian sop iga atau sop buntut yang cukup mengundang selera.

4. Ayam Bakar Mas Mono

Bergerak sedikit lagi, masih di sisi jalan yang sama, maka akan kita temui Ayam Bakar Mas Mono. Aku yakin banyak yang mengenal apa dan bagaimana itu Ayam Bakar Mas Mono. Ya, ayam bakar khas Kalasan yang rasanya enak dan harganya cukup terjangkau. Jangan lupa juga cah kangkungnya yang pedas. Sekarang di sini juga menyediakan menu baru ayam goreng kremes, tetapi favoritku tetap ayam bakarnya.

5. Ayam Lepaas

Teruslah bergerak ke arah Cileungsi. Sekitar 500 meter setelah Plasa Cibubur, akan kita temui rumah makan baru yang namanya terdengar aneh : Ayam Lepaas. Lagi-lagi ayam. Memang masih tentang ayam, tapi kali ini dengan nama dan cita rasa unik. Ayam Lepaas (dengan 2 huruf “a”) merupakan restoran paling baru di area Cibubur, tetapi tampaknya langsung menjadi favorit karena sejak pertama kali dibuka sampai sekarang selalu tampak ramai, bahkan telah menggeser popularitas Ayam Bakar Mas Mono pada jenis makanan dan segmen harga yang sekelas. Ayam Lepaas punya rasa khas pada ayam gorengnya, sensasi rasa “spicy” yang nikmat. Dipadu dengan 2 jenis pilihan sambal : lepaas (pedas banget) atau lemaas (pedas dan manis), menjadikannya benar-benar menggugah selera. Sebagai tambahan, ada beberapa jenis cah/tumis yang ditawarkan. Favorit saya adalah tumis bunga kol yang pedas dan nikmat.

6. Sensasi Sop Betawi di Dulang Betawi

Sekarang kita masuk ke dalam sebuah mall di Cibubur yang bernama Cibubur Junction. Sebenarnya pertama kali aku mengenal Dulang Betawi itu secara tidak sengaja sewaktu kebingungan mencari makan siang di food court Plasa Semanggi. Waktu itu aku iseng mencoba sop iga betawinya dan ternyata… cocok sekali dengan seleraku tentang sop yang nikmat : kuah bening tidak berlemak, dagingnya segar, dengan tambahan irisan sayur (wortel dan tomat) serta diberi acar, sedikit emping dan sambal cabe merah yang pedas dan nikmat. Kemudian aku menemukan bahwa Dulang Betawi juga memiliki cabang di food court Cibubur Junction. Akhirnya restoran ini menjadi salah satu tempat favoritku untuk bersantap segala jenis sop : sog iga, sop daging, atau sop kambing, semuanya sangat nikmat.

7. Warung Sop Bang Edy di Arundina

Masih di Cibubur, kita beralih ke daerah Cibubur lama yang bernama Arundina. Lokasinya tepat di samping kompleks Ruko Cibubur Indah. Di sini berderet banyak penjual berbagai jenis makanan. Warung Sop Bang Edy terletak di paling ujung, dekat pintu keluar parkir mobil ruko. Warung ini menyediakan sop iga, sop buntut dan sop daging. Meskipun lokasinya di pinggir jalan, tapi jangan dianggap enteng karena rasa sopnya tidak kalah nikmat dari sop yang dijual di mall, dengan harga yang relatif terjangkau.

8. Warung Sop Betawi di Jalan Margonda, Depok

Letaknya memang bisa dibilang cukup jauh dari Cibubur, tapi kalau enak kenapa nggak kan? Lokasi Warung Sop Betawi ini tepatnya adalah di sebelah jalan yang di samping Ace Hardware, di seberangnya D’Mall (dahulu Mal Depok), jalan Margdona Raya, Depok. Di sini kita bisa menemukan sop iga, sop daging, soto betawi daging atau campur, dan juga sate ayam atau sate kambing. Aku biasanya makan sop daging atau sop iga. Rasanya nomor satu, nikmat sekali. Harganya pun relatif terjangkau.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s