T-Series Transformation: Feature-packed, Simple to Fashion

Posted: 27 January 2008 in Sony Ericsson
Tags: , , ,

Seri “T” Sony Ericsson merupakan “warisan” dari Ericsson (Swedia), salah satu dari pemilik joint venture Sony Ericsson Mobile Communications AB (bersama Sony Corporation, Jepang). Pada masa Ericsson, seri T pada awalnya merupakan seri yang berbentuk flip-down yang simple namun memberikan nuansa fashion yang cukup kental (pada saat itu).

Pada masa-masa peralihan dari Ericsson menjadi Sony Ericsson (pada tahun 2001, 50% saham Ericsson dibeli oleh Sony Corporation), Ericsson merilis seri T terakhir yang diberi nama T68, kali ini berbentuk candybar dengan desain yang cukup cantik, di mana body bagian bawah dibuat melengkung, handphone layar warna pertama dari Ericsson (waktu itu masih 256 warna saja), dan juga handphone pertama yang menggunakan joystick sebagai alat untuk mengakses dan meng-eksekusi menu-menu yang dimilikinya. T68 memiliki fitur yang sangat lengkap pada jamannya, sebut saja Bluetooth, Infrared, GPRS, dan WAP 1.2.1 untuk akses internet.

Setelah resmi menyandang nama “Sony Ericsson”, perusahaan baru ini kemudian merilis handphone pertamanya pada awal tahun 2002 : T68i yang merupakan perbaikan/upgrade dari T68 (tanpa “i”). Dengan desain yang persis sama, hanya mengganti warna casing dengan warna biru metalik yang cerah (diberi nama Arctic Blue), dan mengganti logo “Ericsson” menjadi logo “Sony Ericsson”, T68i hadir dengan tambahan fitur WAP 2.0 XHTML, Modem, Synchronization, dan Picture Messaging (MMS).

Beberapa bulan kemudian T68i dirilis ulang dengan paket tambahan berupa optional kamera digital, yaitu alat tambahan kamera digital yang dihubungkan melalui port charger pada handphone sehingga T68i bisa difungsikan sebagai view finder kamera digital tersebut untuk mengambil foto dan menyimpannya ke dalam memory handphone.

Kemudian pada akhir tahun 2002 Sony Ericsson menghadirkan 4 buah seri T sekaligus yang kali ini hadir dengan penuh kesederhanaan, baik dalam desain maupun fitur : T200, T300, T600, dan T100.

T200 merupakan handphone kelas pemula (low-end) yang layarnya masih berupa 4 greyscale LCD dan hanya memiliki fitur triband GSM, WAP 1.2.1/WAP 2.0 XHTML, SMS, Picture Wallpaper dan organizer sederhana.

T300 hadir dengan desain berbentuk kotak yang agak tebal, merupakan versi lebih rendah dari T68i karena tanpa Bluetooth sementara fitur lainnya hampir mirip dengan T68i.

Selanjutnya Sony Ericsson mempersembahkan T600, sebuah handphone mungil yang pada saat itu mungkin merupakan handphone dengan ukuran paling kecil dan paling ringan (hanya 2 mm lebih tebal daripada handphone keluaran Ericsson sebelumnya, yaitu T66), dengan fitur mirip T200. Selain ukurannya yang sangat kecil dan ringan, T600 juga punya keistimewaan pada desainnya yang sangat menarik, tidak salah jika dikategorikan sebagai handphone fashion pada jamannya.

Pasar low-end kembali dibidik oleh Sony Ericsson dengan menghadirkan T100. Handphone yang ditujukan untuk pasar anak muda ini memberikan fitur yang sangat sederhana : dual-band GSM dengan 4 greyscale LCD dan fitur lainnya yang mirip dengan T200. Untuk lebih menarik perhatian pasar anak muda, T100 dihadirkan dengan 4 pilihan warna yang menarik : Icy Blue, Gentle Gold, Fresh White, dan Soft Silver.

Awal tahun 2003 merupakan masa-masa mulai bangkitnya Sony Ericsson. Pada waktu itu Sony Ericsson merilis P800, sebuah smartphone berbasis Symbian yang memiliki fitur layar sentuh (touchscreen) dan yang pertama memiliki kamera yang terintegrasi (diumumkan pada bulan Oktober 2002 tetapi mulai dipasarkan di kuartal pertama tahun 2003), yang pemasarannya bisa dikatakan sangat menggembirakan. Beberapa saat setelah rilisnya P800, Sony Ericsson tidak melupakan pasar seri T dengan menghadirkan T105 dan T310.

T105 adalah varian dari T100 dengan perbedaan pada backlight layar dan warna casing. Kali ini Sony Ericsson hanya memberikan 2 pilihan warna untuk T105, yaitu Steel Grey dan Vibrant Turquoise.

T310 merupakan handphone layar warna ketiga dari seri T (setelah T68i dan T300), masih dengan 256 warna. T310 dibekali kemampuan GPRS class 4, Infrared, MMS, Email dan game Tony Hawk’s Pro Skater yang menarik. Tersedia dalam 3 pilihan warna (Flaming Gold, Fashion Blue, dan Funky Purple), T310 merupakan handphone kedua yang kompatibel dengan optional kamera digital seperti T68i.

Era baru seri T dimulai pada sekitar pertengahan tahun 2003 dengan dirilisnya T610, sebuah handphone dengan desain yang sangat cantik, dan memiliki fitur-fitur yang pada saat itu termasuk high-end : layar jenis STN 65,536 warna dengan resolusi 128×160 pixel (yang pertama dari Sony Ericsson dengan kedalaman warna sebesar ini, mengungguli P800 yang hanya 2096 warna), ringtone polyphonic 32 channels, 510 contacts pada phonebook, GPRS Class 8, Bluetooth, Infrared, Modem, SMS/EMS/MMS/Email, WAP 2.0 XHTML, integrated camera digital (resolusi CIF). T610 pertama kali dihadirkan dalam warna silver, dan beberapa bulan kemudian muncul 2 pilihan warna baru yaitu biru dan merah, yang semakin memperkuat “image”-nya sebagai handphone fashion yang cantik. T610 cukup lama menjadi salah satu best seller dari Sony Ericsson, sebelum digantikan oleh penerusnya T630.

Sebelum T630, Sony Ericsson terlebih dahulu merilis handphone kelas menengah T230 yang mendapat sedikit penungkatan pada layarnya yang sebelumnya hanya 256 warna di kelas low-end menjadi 2,096 warna dan memiliki fitur-fitur sedikit di bawah T310.

T630 kemudian dirilis menjelang akhir tahun 2003 atau pada awal tahun 2004 sebagai pengganti T610 dengan peningkatan pada kualitas layar menjadi TFT dari sebelumnya STN, tetap berkekuatan 65 ribu warna. Desainnya tidak jauh berbeda dengan T630 dengan dua pilihan warna hitam atau putih.

Akhir tahun 2004, Sony Ericsson merilis T290 yang merupakan penerus T230. Memiliki desain yang tidak jauh berbeda dengan T230, T290 hadir dengan peningkatan pada kelas GPRS dan kemampuan speakerphone.

Hampir 3 tahun lamanya, seri T seolah menghilang dan “dilupakan” oleh Sony Ericsson yang pada kurun waktu tersebut lebih memfokuskan pada pengembangan seri K dan kemudian — sejak kemunculan W800 di pertengahan tahun 2005 — melakukan penetrasi pasar besar-besaran dengan seri Walkman Phone yang memang harus diakui sampai sekarang menjadi penyumbang terbesar pada keseluruhan penjualan Sony Ericsson secara global.

Untunglah, seri T ternyata tidak dilupakan begitu saja oleh Sony Ericsson. Dengan masih menyisakan benang merah pada desain T610 yang dianggap sebagai “legenda”, akhirnya pada pertengahan tahun 2007 Sony Ericsson menghadirkan 2 seri T sekaligus : T650 dan T250.

T650 memiliki desain yang unik, dengan casing terbuat dari stainless steel yang mengkilap dan layar dari mineral glass yang di-klaim tahan terhadap goresan, dengan keypad berbentuk kotak-kotak kecil, jauh berbeda dengan keypad handphone pada umumnya. Setengah bagian atas dan setengah bagian bawah diberi warna berbeda seperti desain T610. Pada awalnya hadir dengan 2 warna berbeda : Growing Green (hijau) dan Midnight Blue (biru), beberapa bulan setelah dirilis kemudian diberikan pilihan warna lain yaitu Eclipse Black (hitam).

Belum cukup sampai di situ, untuk memperkuat kesan fashion, Sony Ericsson merilis T650 edisi khusus dengan warna Precious Gold yang memiliki perpaduan warna emas dan pink, di mana bagian berwarna emas benar-benar terbuat dari emas 24 karat. Selain materialnya yang unik, fitur yang dimilikinya menjadikan T650 ini sangat layak untuk berada di jajaran handphone fashion kelas atas : kamera 3.2 MP dengan autofocus dan flash, layar yang tajam dengan 256 ribu warna pada resolusi QVGA, mendukung flash theme, dapat beroperasi pada jaringan 3G/UMTS, Bluetooth, dan masih banyak yang lain.

Jika dilihat dari fitur yang dimilikinya, T250 adalah seri T yang ditujukan untuk kelas menengah ke bawah, namun memiliki desain layaknya handphone fashion kelas menengah ke atas karena terbuat dari bahan stainless steel yang mengkilap dan kokoh. T250 hanya dibekali dengan fitur unggulan kamera VGA dan FM Radio dan tersedia dalam warna silver atau hitam.

Pada bulan Januari 2008, Sony Ericsson mengumumkan T270 dan T280 yang merupakan pengembangan dari T250. Hadir dengan design yang mengambil dasar seluruhnya dari T250 dengan hanya memberikan perpaduan warna atas-bawah yang berbeda layaknya T650, T270 dan T280 memiliki tambahan fitur Bluetooth yang sebelumnya tidak tersedia pada T250 (pada T250 hanya disediakan Infrared untuk media transfer data).

T280 dibekali dengan kamera 1.3 megapixel, menjadikan standar baru resolusi kamera digital pada handphone kelas low-end bergeser dari VGA ke resolusi ini.

T270 memiliki desain dan warna sama persis dengan T280, hanya dibedakan pada ketiadaan kamera digital.

Menurut rumor yang beredar, tampaknya Sony Ericsson masih akan menambah jajaran seri T pada portfolio produknya untuk tahun 2008 ini. Masih belum jelas bagaimana desain dan spesifikasinya, tetapi diharapkan bahwa T650 akan memiliki penerus yang layak untuk diunggulkan.

Kita tunggu seri T berikutnya dari Sony Ericsson.

 

 

Comments
  1. WhiteEye says:

    Tulis: nama “Eclipse Black” nyomot darimana.

    :p

  2. jjlifeblog says:

    Hanya sekedar kebetulan sih kayanya…

  3. fhamie says:

    tes eh ada yang tau nga dimana ada jual lcd sony erecson p800 kalau ada yang tau tlpn ke 052762423 kal sel..maksih

  4. […] tulisan tentang Seri “W” (Walkman), Seri “K”, Seri “S”, dan Seri “T”. Pada bulan itu juga aku membuat draft untuk seri lainnya yang saat itu masih dipakai sebagai […]

  5. signal says:

    mas minta review SE T700i dong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s