Archive for 21 February 2008

Mungkin orang-orang di Indonesia hanya mengenal produk-produk Sony Ericsson yang diedarkan di Indonesia saja, yang variasi type-nya hampir sama dengan yang diedarkan secara internasional, biasanya ditandai dengan akhiran “i” di belakang nomor indexnya yang secara umum berupa 1 huruf dan 3 angka, seperti K610i, W880i, Z550i, dan lain-lain.

Selain versi internasional tersebut, Sony Ericsson juga merilis handphone khusus untuk wilayah Amerika, ditandai dengan akhiran “a”, dan memiliki kekhususan pada frekuensi GSM yang ditambahkan dengan frekuensi 850 MHz. Handphone-handphone quad-band (GSM 850/900/1800/1900) biasanya hampir dipastikan akan diedarkan juga di Amerika.

Ada juga versi khusus daratan China, dengan akhiran “c”. Biasanya handphone-handphone GSM (Non-3G) akan diedarkan di China dengan penambahan dukungan untuk karakter huruf China. Handphone-handphone yang memiliki fitur jaringan 3G atau HSDPA akan diedarkan sebagai handphone Non-3G khusus untuk versi China, tentu saja juga dengan penambahan dukungan untuk karakter huruf China.

Handphone-handphone dengan akhiran “i” adalah versi internasional yang diedarkan ke hampir semua negara selain daratan Amerika dan China.

Khusus untuk beberapa negara tertentu yang mendukung layanan i-mode, Sony Ericsson merilis beberapa type tertentu yang dilengkapi dengan fitur tersebut. Pada dasarnya, handphone jenis ini adalah handphone versi internasional yang diberi tambahan fitur i-mode dan untuk penamaannya hanya dibedakan dengan mengganti akhiran “i” dengan “im”. Contohnya adalah K550im, K610im, dan W580im.

Di luar keempat jenis handphone di atas, yang secara fitur dan desain hampir sama —karena pembeda utama hanya terletak pada jaringan yang didukung — sebenarnya masih ada produk Sony Ericsson lain yang diedarkan terbatas hanya untuk Jepang. Uniknya, handphone-handphone khusus Jepang ini memiliki desain yang bisa dikatakan jauh berbeda dan juga fitur yang jauh lebih maju daripada versi “i”, “a”, maupun “c”.

Sebagai contoh, jika versi lain baru mencapai tahap resolusi layar QVGA (240 x 320 pixel) sampai sekarang (kecuali X1 yang WVGA), maka handphone-handphone Jepang ini sudah sejak lama memiliki resolusi VGA (480 x 640 pixel), bahkan beberapa sudah mencapai WVGA (480 x 800 pixel). Demikian juga fitur-fitur lainnya yang memang dikhususkan dan disesuaikan dengan teknologi mutakhir yang sedang trend di Jepang.

Pada awal November 2007 yang lalu, Sony Ericsson mengenalkan handphone khusus Jepang pertama yang diberi label Cyber-shot, akan diedarkan melalui operator NTT DoCoMo — semua handphone di Jepang menerapkan system branded pada operator tertentu — dengan nama SO905iCS.

Berbeda dengan K850i yang sama-sama memiliki kamera digital beresolusi 5 megapixel dengan sub-brand Cyber-shot, SO905iCS sudah memiliki kemampuan 3x optical zoom (K850 hanya berupa digital zoom 16x yang juga dimilikioleh SO905iCS), layar TFT 256 ribu warna dengan resolusi WVGA, face recognition, dan fitur2 khas lainnya.

Berikut adalah beberapa artikel, berita, review, photo dan video mengenai Sony Ericsson SO905iCS yang diambil dari beberapa macam sumber.

(more…)