Archive for March, 2009

Sony Ericsson akhirnya memutuskan untuk mulai memasuki pasar ponsel di negara Korea. Produk pertama yang diluncurkan adalah Xperia™ X1, Pocket PC berbasis Windows Mobile yang merupakan smartphone flagship saat ini dari Sony Ericsson. Tentunya X1 yang akan dijual di Korea agak berbeda dengan versi internasionalnya, karena diberikan beberapa fitur tambahan yang khas untuk negara tersebut.

Seperti banyak diketahui selama ini, pasar Korea — seperti halnya Jepang — dikuasai oleh merk-merk lokal seperti Samsung atau LG. Merk-merk luar Korea yang mencoba memasuki pasar di negara tersebut sebagian besar tidak bertahan, contoh terakhir adalah Motorola yang menarik diri dari pasar Korea — juga pasar Jepang — karena tidak bisa bersaing dengan produk-produk lokal yang memang harus semakin lama semakin berkembang baik secara teknologi maupun kualitas.

Peluncuran Xperia™ X1 di Korea ini diberitakan secara resmi pada situs Sony Ericsson Press Release.

(more…)

Tanggal 3 Maret 2009 lalu, KOMPAS memuat berita mengenai ponsel S302 Snapshot dan W302 Walkman dari Sony Ericsson yang dilengkapi dengan Bahasa Sunda (Basa Sunda) dan Bahasa Jawa (Boso Jowo). Disebutkan bahwa kedua ponsel tersebut merupakan ponsel pertama dari Sony Ericsson — bahkan dari seluruh merk ponsel yang ada — yang mendukung kedua bahasa daerah tersebut.

Memang, jika kita bicara dari sudut pandang secara default atau factory setting, S302 dan W302 merupakan ponsel pertama yang memiliki kedua bahasa tersebut secara langsung pada saat kita membelinya di toko-toko atau gerai Sony Ericsson.

Tetapi, sebenarnya menjelang akhir tahun 2008 lalu, tepatnya bulan Desember tahun 2008, kedua bahasa ini sudah bisa didapatkan dengan cara melakukan update firmware — baik secara online melalui SEUS (Sony Ericsson Update Service), maupun datang langsung ke lokasi SESC (Sony Ericsson Service Center) terdekat. Ponsel pertama yang update firmware-nya memiliki kedua bahasa ini adalah T303.

Menurut pendapat saya, merupakan suatu terobosan besar dan menarik telah dilakukan dengan baik oleh Sony Ericsson Indonesia dengan menambahkan kedua bahasa daerah dengan jumlah penduduk pengguna yang merupakan dua besar di Indonesia. Pangsa pasar yang disasar dengan kedua bahasa baru ini memang kelas menengah ke bawah — terlihat dari type ponsel yang mendukung — dengan asumsi bahwa di kelas tersebut kemungkinan besar terdapat pengguna atau calon pengguna ponsel yang tidak sepenuhnya memahami bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris dengan baik.

Salut untuk Sony Ericsson Indonesia.

Berikut adalah petikan berita dari KOMPAS:

Ponsel Berbahasa Sunda dan Jawa dari Sony Ericsson

Dua jenis ponsel Sony Ericsson pertama yang menggunakan fitur Bahasa Jawa dan Sunda.

Selasa, 3 Maret 2009 | 13:42 WIB

JAKARTA, SELASA — Tak tanggung-tanggung, Sony Ericsson langsung mengisi dua seri ponselnya dengan fitur Bahasa Jawa dan Sunda untuk memanjakan penggunanya. Dua seri ponsel tersebut adalah seri W302 dan S302 yang sudah diluncurkan sejak akhir tahun 2008 lalu, tetapi kini di-upgrade dengan fitur bahasa ini.

Menurut Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia, tim Sony Ericsson memerlukan waktu satu tahun untuk mempersiapkan fitur bahasa Jawa dan Sunda sebelum akhirnya diluncurkan melalui kedua ponsel ini. Tak semua istilah diterjemahkan ke dalam bahasa daerah ini, selain tak ada padanannya, beberapa istilah yang sudah familiar, seperti bluetooth dan download dipertahankan dengan bahasa aslinya.

Untuk mempersiapkan bahasa yang benar dalam ponsel ini, seperti dikutip Warta Kota, Sony Ericsson menggandeng ahli bahasa dari UGM dan UI. Pihak Sony Ericsson mengklaim sebagai produsen ponsel pertama yang memperlengkapi ponsel-ponselnya dengan bahasa Sunda dan Jawa. Untuk ke depannya, setelah kuartal kedua 2009 ponsel-ponsel keluaran Sony Ericsson akan dilengkapi pula dengan kedua bahasa ini.

Ponsel W302 Walkman® memiliki spesifikasi Kamera 2 MP, Radio FM, TrackID™, dan Memory Stick Micro (M2) 512 MB dibanderol dengan harga Rp 1.500.000. Sementara untuk ponsel S302 Snapshot mengunggulkan Kamera 2 MP yang dilengkapi dengan memori internal 20 MB dan dukungan memori eksternal Memory Stick Micro™ (M2™), Photo Light dan Photo Fix dipasarkan dengan harga Rp 1.400.000.

Contoh tampilan Bahasa Sunda dan Jawa pada ponsel Sony Ericsson T303:

Pengalaman pribadi: gw pernah punya Sony Ericsson C905 Cyber-shot tapi dijual lagi hanya beberapa minggu setelahnya karena bermasalah dengan earpiece alias earphone-nya.

Apa masalahnya? Earpiece-nya mati total. Artinya? Ya kita gak bisa mendengar suara lawan bicara sewaktu kita melakukan percakapan. Gila aja… ponsel mahal tapi hal sekecil dan semendasar itu bermasalah!!!

Bisa dibenerin gak? Bisa aja sih, tinggal bawa ke Sony Ericsson Service Center, gratis karena masih dalam masa garansi.

Kok dijual? Kenapa gak dibenerin aja? Hahaha… tahu sendirilah, gimana pelayanan SESC di Indonesia, even in Jakarta. Lama man…!!! Pengalaman beberapa kenalan yang mengalami hal yang sama bisa makan waktu sebulan lebih untuk akhirnya mendapatkan pengganti spare part earpiece nya dan C905-nya kembali normal. Males banget kan?

So, ceritanya setelah gw jual C905, gw iseng pengen nyobain Nokia E71. NOKIA??? Gak salah tuh??? Emang sih awalnya terkesan “gak salah” tapi ternyata salah besar!!! Waktu itu malam-malam gw beli E71, nyampe rumah gw charge, trus customize and synchronize isinya, maksud gw gw masukin phonebook alias contacts, isi lagu2 buat Music Player dan ringtone, isi beberapa gambar atau photo, setting tampilan, internet, dan lain-lain. Besoknya seharian penuh gw pakai. Kesimpulan: damn! Nyeselnya beribu-ribu kali lebih besar daripada saat gw mengalami kerusakan earpiece di C905. Kapok, gak lagi-lagi deh beli Nokia type apapun (kecuali CDMA sih karena SE gak ada CDMA-nya). Besoknya langsung gw jual dan ganti C902 sampai sekarang. Apa yang salah dengan E71? It’s another story my friend…

Lho… lho? Judulnya kok ada Nokia 5800 Xpress Music segala?

Iya nih sorry, yang E71 kayanya OOT banget deh.

Mari kita lanjutkan…

Kerusakan earpiece Sony Ericsson C905 banyak dialami oleh pengguna yang mendapatkan handset produksi minggu ke-43 tahun 2008 ke bawah (tertulis di ponselnya sebagai 08W43), artinya produksi sangat-sangat awal. Sepertinya Sony Ericsson telah menyadari hal ini jauh sebelum akhirnya banyak laporan yang masuk, terbukti dengan dikeluarkannya handset produksi baru yang belum ada laporan mengenai kerusakan yang sama. Artinya, C905 yang diproduksi pada atau setelah minggu ke-44 tahun 2008 (08W44 atau lebih) relatif lebih aman dari kerusakan earpiece.

Nah…. ternyata isu kerusakan earpiece ini dialami juga oleh Nokia 5800 Xpress Music. Itu tuh, yang iklannya berwarna pink belang-belang campur abu-abu atau hitam gitu. Yang sampai2 para penjaga toko pun dikasih t-shirt atau seragam dengan nuansa warna yang sama. Yang lebih norak lagi adanya tulisan “Ponsel Musik Berlayar Sentuh” tapi beberapa kata dikasih tambahan (dengan warna lain) sehingga secara keseluruhan terbaca sebagai “Ponsel Musik (Jazz) Berlayar Sentuh(an Cinta)“. Halah!

Kayanya sih masalah earpiece di 5800 ini lebih parah daripada di C905. Buktinya? Eldar Murtazin sampai bikin artikel khusus mengenai hal ini di situnya, Mobile-Review.

Ini dia artikelnya:

(more…)