Archive for June, 2009

Kembali ke masa lalu sejenak. Masa beberapa tahun yang lalu, masa di mana jaman keemasan sebuah perusahaan yang masih “bayi” akan segera dimulai. Pada tahu kan dengan handphone musik yang pertama kali menyandang nama besar Walkman? Yup, W800. Dan pada tahu juga kan bagaimana bentuk kemasannya? Unik, menarik, mewah. Ya, mewah, tentu saja, sesuai dengan segmentasinya pada saat itu yang menyasar kelas atas, dengan harga yang lumayan mahal tentunya. Seingatku hanya W800 dan W900 yang diberi kemasan khusus seperti itu. W810 sebagai pengganti W810 hanya diberi kemasan kotak biasa, tapi cukup menarik dan masih memberikan kesan sesuai dengan segmennya.

Beberapa bulan kemudian kebijakan pengemasan handphone Sony Ericsson berubah. Tidak ada lagi kemasan khusus seperti W800 dan W900, tetapi kemasan kotak yang secara umum punya ciri-ciri berikut:

  1. Seri kepala 7 ke atas dan smartphone: kotak ukuran besar, warna kotak disesuaikan dengan warna handphone (jika satu type memiliki banyak warna maka tiap warna akan memiliki kotak yang berbeda), terdapat CD PC Suite, charger CST-60 (seri 7 dan smartphone) atau CST-75 (seri 8 dan 9), buku manual, kabel data.
  2. Seri 5 dan 6: kotak ukuran sedang, warna kotak sama, pada bagian untuk meletakkan handphone dibuat transparan sehingga warna handphone akan terlihat dari luar, terdapat CD PC Suite, charger CST-60, buku manual. Kabel data biasanya hanya untuk type tertentu (misalnya seri Walkman).
  3. Seri 3 ke bawah: kotak ukuran kecil, ada buku manual dalam ukuran kecil, tanpa CD PC Suite, tanpa kabel data.

Khusus untuk jenis yang pertama kotaknya biasanya terbuat dari bahan kertas tebal yang bagus dengan warna-warna yang menarik sehingga menimbulkan kesan handphone dengan harga mahal sesuai dengan kemasannya.

(more…)

Kemarin Sony Ericsson mengumumkan satu lagi ponsel teranyarnya: T715. Melihat index-nya, apalagi setelah melihat photo-photonya, udah kebayang deh isinya seperti apa. Yang pasti gak ada hal baru yang menarik yang ditawarkan ponsel ini.

Huruf T jelas menunjukkan posisinya sebagai ponsel fashion. Angka 7 berarti middle-end alias kategori kelas menengah: gak canggih-canggih banget, tapi juga gak bego-bego amat. Angka 5 di belakang menunjukkan bentuknya yang slider. Yup, lagi-lagi slider. Kayanya akhir2 ini SE lagi demen sama slider ya. Banyak banget ponselnya yang slider sekarang.

Perhatikan ponsel-ponsel Sony Ericsson berikut ini yang sudah tersedia di toko-toko: W595, G705, dan W705. Semuanya slider, kelas menengah, desain dan fiturnya pun gak terlalu jauh beda antara satu dengan yang lainnya. Demikian pula T715. Desainnya merupakan gabungan ketiga ponsel tersebut, terutama sekali W595s. Fiturnya pun demikian, hampir sama persis kecuali penambahan sedikit hal baru yang tidak terlalu penting.

Kalau bicara tentang ponsel fashion tentu tak bisa lepas dari desain. Ya, T715 ini memang didesain agar tampil cantik dan menarik. Sasaran utamanya siapa lagi kalau bukan para wanita kelas menengah yang suka tampil gaya. Fitur nomor dua lah. Buat internetan lumayan juga kok, udah HSDPA 7.2 Mbps (sayangnya operator di Indonesia gak ada yang mendukung sampai maksimal kemampuan HSDPA-nya, mentok di 3G doang kayanya). Kamera? 3.2 Megapixel udah cukup lah, autofocus gak penting, asalkan bisa snapshot udah cukup. Masih untung dikasih lampu LED flash agar sedikit membantu di tempat gelap.

Hal baru yang ditawarkan oleh T715 adalah fitur Smart Desktop yang dilengkapi dengan animated birthday reminders dan global events.

Simak aja press release dan spesifikasinya.

(more…)

Cellulare Magazine, sebuah situs teknologi selular dari Italy, telah membuat video hand-on dari 3 seri Entertainment Unlimited Sony Ericsson: Satio, Aino, dan Yari.

Untuk yang ingin tahu bagaimana kinerja ketiga ponsel di atas, simak aja video-videonya berikut ini.

Sony Ericsson Satio Hands-on Video:

Sony Ericsson Aino Hands-on Video:

Sony Ericsson Yari Hands-on Video:

Untuk yang belum tahu spesifikasi ketiga ponsel di atas, silakan masuk ke link berikut:

Sony Ericsson Satio
Sony Ericsson Aino
Sony Ericsson Yari
Sony Ericsson Press Release untuk Satio, Aino, dan Yari

Menurut berita yang dimuat pada Unwired-View, pada bulan Oktober tahun lalu Sony Ericsson telah mendaftarkan sebuah patent pada US Patent and Trademark Office untuk teknologi yang diberi nama Mobile Terminal, yang berupa sebuah ponsel berbentuk gelang tangan (bracelet).

Aneh? Ya, dan unik juga. Lihat saja salah satu gambarnya di bawah ini:

Petikan dari database US Patent:

MOBILE TERMINAL

Abstract
Disclosed is a mobile terminal including a ring section having a plurality of operation devices provided on a substantially circular enclosure, a terminal body section having at least a display device,a pair of hinge sections which have a rotation axis substantially parallel to a tangent line of a ring circumference direction of the ring section and rotatably journal the terminal body section at a rotation angle of at least 90 degrees with respect to the ring section, and a body-ring interface section which performs at least signal transmission between the ring section and the terminal body section.

Kapankah ini jadi kenyataan? Kita tunggu saja.

Tentang apa sih sebenarnya ini? Hanya cerita pengalaman pribadi saja. Tentang makanan yang enak dan yang gak enak, yang murah dan yang mahal, yang segar dan yang basi. Ada juga tentang hal-hal lain di luar makanan. Simak aja kalau berminat.

Terus terang, aku bukan seorang wisatawan kuliner yang berburu makanan sampai ke tempat yang jauh hanya untuk mencoba menikmati makanan tertentu. Tapi bukan berarti aku gak tahu mana makanan yang enak dan gak enak kan? Paling-paling aku hanya mencoba beberapa makanan di tempat makan yang ada di sekitarku, bisa di sekitar tempat kerja, atau di dekat rumah.

Makanan kegemaranku adalah aneka sop. Catat ya: SOP, bukan soto. Buatku definisi dari sop adalah makanan berkuah yang isinya daging plus sayuran, dan kuahnya harus bening. “Bening” di sini artinya bukan jernih yang seperti jernihnya air putih, tapi tidak diberi sesuatu yang membuat warna kuah menjadi “butek” atau “buram”, semisal santan, atau bahkan yang lebih aneh lagi: susu. Buatku, makanan berkuah yang kuahnya diberi santan atau susu itu bukan sop, melainkan soto. Entahlah benar atau tidaknya, ini hanya menurut persepsiku saja. Sorry ya buat pakar kuliner kalau aku bikin definisi sendiri.

Jadi, kalau merujuk pada “definisi” di atas, aku akan mengenyampingkan atau menyingkirkan jenis makanan berkuah berikut dari daftar favoritku, karena menurutku yang berikut ini adalah “bukan sop” (sekaligus berarti tidak aku sukai):

(more…)

Nama blog ini “Sony Ericsson Fan” tapi kok bikin post dengan judul seperti di atas? Gak usah heran. Kata “fan” atau kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia “penggemar” itu tidak berarti melulu harus menampilkan hal-hal baik dari apa yang digemarinya. Sebagai penggemar yang baik – duh istilahnya, sorry ya – aku juga gak mungkin kan berusaha untuk (terus-terusan) menutupi hal-hal kurang bagus (istilah halus untuk “jelek”) dari apa yang aku gemari? Buat apa? Gak ada untungnya juga. Aku kan hanya penggemar, bukan pemilik atau terkait langsung dengan Sony Ericsson.

Animated Emoticons

Akhir-akhir ini memang Sony Ericsson sudah merilis beberapa type ponsel yang aku sukai dan aku rencanakan untuk beli (kalau ada duit tentunya), beberapa masih dalam status coming soon. Contoh ponsel yang ingin aku beli dan sudah tersedia adalah C901 (alasan: Cyber-shot 5MP AF Camera dengan Xenon flash yang tipis, stylish, candybar) dan W995 (Alasan: Walkman dengan kamera 8MP Autofocus). Yang masih coming soon adalah Satio dan Aino. Alasan untuk dua yang terakhir sudah jelas: Entertainment Unlimited yang hampir mendekati all-in-one phone.

Di antara C901 dan W995, karena budget yang terbatas, aku harus menentukan pilihan. Dan pilihan jatuh pada C901 dengan alasan type Cyber-shot dan adanya Xenon flash. Juga karena C901 berbentuk candybar yang relatif lebih “aman” daripada slider. Aku lebih memilih untuk membeli ponsel seri Cyber-shot karena kamera adalah fitur yang paling sering aku gunakan setelah telpon dan SMS serta internet, jadi kualitas kamera harus baik atau terbaik. Dan C901 memiliki kriteria tersebut.

Kenapa gak langsung aja beli C901? Kenapa harus menunda sampai minimal 3 bulan ke depan baru direncanakan untuk beli C901? Ada ceritanya sendiri.

Animated Emoticons

(more…)

Pada tahu Blackberry kan? Aku yakin semua pembaca udah pada tahu tentang “buah” yang satu ini, meskipun belum tentu punya.

Seperti banyak diketahui hampir semua orang, salah satu pemicu kepopuleran Blackberry adalah karena dia banyak dipakai oleh para selebritis, terutama selebritis di Amerika. Jelas saja, para selebritis ini kan sering muncul di mana-mana, baik di layar kaca maupun di berbagai jenis media lainnya, sehingga kepopuleran Blackberry segera terdongkrak oleh mereka.

Awalnya Blackberry hanya digunakan oleh korporat yang memberikan fasilitas pada karyawannya agar memudahkan dalam melakukan aktivitas pekerjaannya — dan di beberapa negara lain memang masih berlangsung seperti itu. Beda dengan di Indonesia, yang entah kenapa selalu menjadi pasar sangat besar untuk beberapa type smartphone. Contoh paling nyata adalah Nokia seri Communicator, pasar terbesar type ini adalah Indonesia, konon mencapai di atas 80% dari seluruh Communicator yang beredar di dunia. Padahal sih udah bukan rahasia lagi kalau para pemakai Communicator ini sekedar ikut trend aja tanpa pernah (jarang) memanfaatkan fasilitas di dalamnya kecuali untuk fungsi dasar ponsel saja: telepon dan sms.

Demikian juga halnya dengan Blackberry. Ada anomali di Indonesia di mana pemakainya kebanyakan perorangan, persentasenya konon jauh di atas korporat. Sehingga terjadilah pasar Blackberry yang aneh dan “khas” Indonesia yaitu black market dan PIN kloningan. Ada-ada saja. Oya, dan seperti halnya Communicator, konon sebagian besar pemakai Blackberry (di Indonesia) inipun gak begitu tahu semua fungsi blackberry, maklum saja, hanya sekedar ikut trend.

Kalau ada, misalnya, 5 orang berteman akrab, salah satunya belum pake Blackberry maka si orang ini akan merasa “gerah” dan merasa “gak gaul” sehingga belilah dia Blackberry agar “diakui” oleh kelompoknya, meskipun sebenarnya gak perlu-perlu amat.

Fenomena lain yang menarik, sekarang kalau kita jalan ke mal, plaza, atau tempat-tempat berkumpul umum lainnya, khususnya pada kelompok menengah ke atas, maka akan kita lihat bahwa sebagian besar wanita yang ada di tempat tersebut memakai Blackberry. Mengapa wanita? Karena jenis inilah yang paling sering jadi apa yang banyak dibilang orang sebagai “korban mode”. Mereka memakai Blackberry dengan diberi silicone case berwarna-warni: pink, merah, hijau, ungu, biru, kuning, dan lain-lain.

Bagaimana dengan pria? Banyak juga yang pakai Blackberry, tapi sejauh ini kelihatannya lebih banyak wanita yang pakai. Biasanya pria yang menggunakan Blackberry punya ciri khas: perlente, dengan pakaian sangat rapi — bahkan terlalu rapi(!)

Sekarang, salah satu “icon” Blackberry telah meninggalkan Blackberry kesayangannya dan menggantinya dengan 5 buah handphone dari Sony Ericsson (belum diketahui secara pasti type apa saja yang digunakannya).

Beritanya? Simak di bawah ini.

(more…)

Accessories baru dari Sony Ericsson… kali ini TANPA FASTPORT!!! Tapi langsung menggunakan konektor jack 3,5 mm!!!

Heran?

Sepertinya sejak pengumuman seri baru Entertainment Unlimited tanggal 4 Juni yang lalu, Sony Ericsson membuat keputusan baru dalam 3 hal berikut:

  1. Menambah jack 3,5 mm untuk koneksi audio (meskipun masih ada fastport untuk charger dan kabel data)
  2. Mengganti jenis kartu memori eksternal dengan microSD dan meninggalkan jenis kartu memory sebelumnya yang merupakan produk trade mark Sony: Memory Stick Micro (M2).
  3. Secara bertahap akan mengganti fastport dengan mini USB sebagai koneksi untuk charger dan kabel data (mulai awal tahun 2010).

Berita bagus?

Dan produk accessories pertama yang diumumkan secara resmi dengan menggunakan jack 3,5 mm secara langsung adalah:

Stereo Portable Handsfree MH700

(more…)

Buat para penggemar Sony Ericsson di Singapore, atau dari negara mana saja yang berniat untuk pergi atau sedang berada di Singapore, ada undangan untuk menghadiri event Entertainment Unlimited dari Sony Ericsson yang akan diadakan tanggal 17 Juni 2009 jam 16:30 waktu setempat (15:30 WIB).

Sebenarnya aku dapat undangan untuk menghadiri event ini dari Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia, sayangnya saat ini aku sudah kembali ke Indonesia. Terima kasih untuk undangannya Pak Djun.

Kemungkinan besar pada event ini Sony Ericsson akan menampilkan 3 handphone terbarunya dari jajaran seri Entertainment Unlimited, yaitu Aino, Yari, dan Satio. Tapi tidak menutup kemungkinan seri lain akan ditampilkan juga, misalnya Naite dan C901 Greenheart™, W995 Walkman™, W205 Walkman™ dan S312 Snapshot, T707, C901 Cyber-shot™, atau C903 Cyber-shot™.

Photo berikut diambil dari esato:

To all Sony Ericsson fans in Singapore, or from other countries who intend to go or currently being in Singapore, here is an invitation to attend the Entertainment Unlimited event from Sony Ericsson which will be held on June 17, 2009  at 16:30 local time (15:30 West Indonesia Time).

Actually I have been invited to this event by the Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia. Unfortunately, at this moment I already returned to Indonesia. Thank you for the invitation anyway Pak Djun.

Likely in this event Sony Ericsson will display the new phones from the Entertainment Unlimited series, i.e.,  Aino, Yari, and Satio. However, it is possible that other series will be displayed too, most likely the Naite dan C901 Greenheart™, W995 Walkman™, W205 Walkman™ and S312 Snapshot, T707, C901 Cyber-shot™, and C903 Cyber-shot™.

Updated:

Atau… apakah mungkin akan ada pengumuman produk baru lagi? Vulcan (X2) atau Reese mungkin? Atau sesuatu yang baru dari seri Entertainment Unlimited? Kita lihat saja nanti.

Let me think… is there any possibility that new product(s) will be announced? That Vulcan (X2) thing or may be Reese? Or will there be another Unlimited Entertainment phone? We’ll see.

Wah… handphone Sony Ericsson yang khusus untuk pasar Jepang memang selalu bikin iri. Selain desainnya bagus-bagus, spesifikasinya juga gak tanggung-tanggung, jauh meninggalkan “saudara-saudaranya” yang untuk pasar di luar Jepang.

Setelah Premier3 Walkman dan S001 Cyber-shot yang keren abis, kali ini ada persembahan baru lagi yang gak kalah kerennya : seri baru bernama iida. Sama halnya dengan Premier3 dan So01, iida juga ditujukan untuk operator au KDDI.

iida (http://iida.jp) adalah singkatan dari innovation, imagination, design, art.

Produk pertama dari jajaran seri iida adalah G9. G9 didesain oleh Mr. Iwasaki Itirou, Product Designer yang bekerja pada Sony representative IWASAKIDEZAINSUTAJIO Design Center.

G9 terbuat dari bahan stainless steel frame dengan texture yang halus, titanium compound thin film, dan memiliki ukuran yang pas di genggaman tangan.

G9 dibuat dalam 3 variant warna: pink, hijau, dan silver.

Seperti apakah spesifikasi dari G9 ini? Simak di tabel berikut:

(more…)