Z was for Clamshell

Posted: 12 July 2009 in Clamshell, Sony Ericsson
Tags: , , , ,

Lebih dari setahun yang lalu, tepatnya pada bulan Januari tahun 2008, aku pernah membuat tulisan tentang Seri “W” (Walkman), Seri “K”, Seri “S”, dan Seri “T”. Pada bulan itu juga aku membuat draft untuk seri lainnya yang saat itu masih dipakai sebagai penamaan untuk type handphone oleh Sony Ericsson, yaitu Seri Z, dulu dikenal sebagai seri khusus untuk handphone berbentuk clamshell. Entah kenapa, draft tersebut terlupakan, dan terabaikan, sampai akhirnya Sony Ericsson pun mengakhiri penamaan handphone-nya dengan seri Z tersebut.

Untuk mengenang seri Z yang sekarang telah tiada, maka aku putuskan untuk meneruskan draft terdahulu.

Seri Z dalam jajaran handphone Sony Ericsson diberikan khusus untuk handphone-handphone yang memiliki form factor clamshell atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut “cangkang kerang”. Kenapa Z? Clamshell dalam bahasa Swedia disebut sebagai Ze Bobber. Ya, Swedia adalah negara tempat Ericsson lahir dan berada, dan Ericsson adalah anggota dari perusahaan joint venture pembentuk Sony Ericsson.

Pada masa Ericsson, perusahaan ini belum pernah memproduksi handphone berbentuk clamshell yang berupa flip-up (tutup dibuka ke atas), melainkan hanya dalam bentuk flip-down (tutup dibuka ke bawah).

Bentuk handphone clamshell yang ada sekarang “diwariskan” dari Sony seperti yang terdapat pada produk awal Sony seri C seperti C404S atau C406S.

Handphone clamshell pertama dari Sony Ericsson adalah Z600 yang dirilis beberapa bulan setelah T610 yang sangat sukses, yaitu sekitar akhir tahun 2003. Z600 memiliki fitur yang hampir mirip dengan T610 tetapi memiliki kelebihan pada layarnya yang berjenis TFD, menjadikannya lebih jelas dan tajam daripada T610 yang hanya berteknologi STN, keduanya berkekuatan 65 ribu warna pada resolusi 128×160 pixels. Casing bagian luar Z600 dapat dilepas dan diganti dengan warna lain, Sony Ericsson menamakannya dengan istilah Style-Up™ Covers.

Handphone clamshell berikutnya dirilis tidak terlalu lama sejak Z600, yaitu Z200. Dengan keunikan pada bagian luar yang memiliki jam analog, Z200 diposisikan sebagai handphone kelas menengah ke bawah karena memiliki fitur yang sangat sederhana : layat STN 4096 warna 128×128 pixels, GPRS Class 8 dengan WAP 1.2.1, tanpa kamera, dan tanpa bluetooth (hanya ada infrared). Meskipun demikian, metode Style-Up™ Covers juga diterapkan pada handphone seri Z kedua dari Sony Ericsson ini.

Menjelang akhir tahun 2003, Sony Ericsson mengumumkan handphone ketiga dalam jajaran seri Z, yaitu Z1010 yang sekaligus merupakan handphone Sony Ericsson pertama yang memiliki fitur-fitur berikut :

  • Handphone pertama yang dapat beroperasi pada jaringan 3G (UMTS 2100)
  • Handphone non-Symbian pertama yang memiliki slot memory external berupa Memory Stick Duo
  • Handphone pertama yang memiliki konektivitas Mini USB
  • Handphone pertama dengan 2 kamera (1 kamera VGA sebagai kamera utama dan 1 secondary camera untuk video call)

Sayangnya karena pada waktu rilis handphone ini (awal tahun 2004) teknologi 3G masih merupakan teknologi baru dan mahal, terutama di Indonesia, penjualan Z1010 bisa dikatakan kurang sukses.

Sekitar pertengahan tahun 2004, seri Z berikutnya hadir dengan Z500 yang dipasarkan terbatas hanya untuk wilayah tertentu : Amerika dan beberapa negara di Eropa. Seri Z keempat dari Sony Ericsson ini tidak masuk ke Indonesia. Z500 memiliki fitur antara lain kamera VGA, video recording, video player, layar utama 65 ribu warna CSTN 128×160 pixel, layar bagian luar dengan kedalaman 4096 warna, dan Push To Talk (VoIP Service).

Menjelang akhir tahun 2004, Sony Ericsson merilis V800, handphone berbentuk clamshell yang dikhususkan untuk operator Vodafone di Eropa. Handphone Tri-band GSM dan 3G (UMTS 2100) kedua dari Sony Ericsson ini memiliki fitur-fitur yang pada masa itu bisa dikatakan sebagai yang paling mutakhir : layar 256 ribu warna dengan resolusi 176×220 pixels, kamera 1.3 megapixel dengan flash (pertama dan satu-satunya dengan metode rotating lens yang diberi trademark Motion Eye), secondary camera untuk video call, 72 channel polyphonic ringtones, MP3 ringtones, MP3/MPEG4 Player, Bluetooth, Infrared, MiniUSB, slot memory external (Memory Stick PRO Duo), SMS/EMS/MMS/Email dan Instant Messaging.

Pada bulan Februari 2005, GSM World Congress menganugrahkan gelar Best 3GSM Mobile Handset 2005 untuk Sony Ericsson V800 (di Jepang diberi nama Vodafone V802SE) pada ajang Global Mobile Awards 2005 yang berlangsung di Barcelona.

Karena kesuksesan V800/Vodafone V802SE meraih award di atas, pada kuartal pertama tahun 2005 Sony Ericsson merilis versi internasional dari handphone ini dengan nama Z800, dengan fitur yang sama persis dengan versi sebelumnya.

Sekitar kuartal ketiga tahun 2005, Sony Ericsson merilis Z520, handphone clamshell berkamera VGA yang merupakan kelanjutan dari Z500. Berbeda dengan Z500 yang memiliki fitur Push To Talk dan EDGE, Z520 tidak dilengkapi dengan kedua fitur tersebut. Sebagai “penggantinya”, Sony Ericsson memberikan infrared dan bluetooth, menambah memory internal menjadi 16 MB dan menambah fitur MP3 Player di Z520.

Akhir tahun 2005, hadir Z300, handphone clamshell fashion yang ditujukan untuk kelas menengah ke bawah. Fitur yang dimilikinya tidak terlalu istimewa, bahkan tidak memiliki kamera digital. Tapi Z300 adalah handphone clamshell kedua yang memiliki jam analog di bagian luar, seperti Z200. Selain itu, pada paket penjualannya ditambahkan accessories berupa manik-manik yang dapat ditempel pada body handphone dan disusun sesuai dengan keinginan pemakainya.

Bersamaan dengan peluncuran W300, handphone seri Walkman yang berbentuk clamshell, Sony Ericsson juga mengeluarkan “kembarannya” yang diberi nama Z530. Berawal dari “pasangan” K750 dengan W800, strategi yang sampai sekarang masih dijalankan oleh Sony Ericsson, yaitu adanya beberapa handphone “kembar” yang diberi index berbeda di mana salah satunya dilabeli dengan sub-brand Walkman (pada tahap berikutnya berlaku untuk Cyber-shot juga) dan satunya lagi berupa handphone “generic” atau tanpa sub-brand seperti seri K atau Z. Tapi meskipun kedua handphone “kembar” tersebut memiliki hardware yang sama persis, keduanya dibedakan pada software yang masing-masing diberi fitur khas sesuai dengan serinya. Jika pada W300 diberi fitur Walkman Player versi 1 dengan tampilan menarik dan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori seperti Artist, Track, dan lain-lain, maka pada Z530 hanya berupa Music Player biasa seperti pada handphone-handphone generic lainnya. Yang menarik dari Z530 adalah (juga W300) adalah keypadnya yang unik, berbentuk bulatan besar yang secara keseluruhan tersusun dengan bentuk mirip sirip ikan. Selain itu layar luarnya tidak lagi berwarna seperti pendahulunya, Z520, melainkan berupa layar monochrome dengan font warna orange yang justru menambah daya tarik handphone ini.

Tak berapa lama kemudian, Sony Ericsson merilis Z525. Tidak ada yang khusus dari seri ini, karena hanya merupakan versi Amerika dari Z520. Desain dan fiturnya sama persis dengan Z520, hanya dibedakan pada frekuensi jaringan yang dikhususkan untuk beroperasi di wilayah Amerika.

Handphone clamshell berikutnya adalah Z550, yang dirilis sekitar pertengahan tahun 2006. Z550 dibekali dengan fitur antara lain kamera 1.3 Megapixel. Seri ini merupakan salah satu dari beberapa handphone generasi awal yang diberikan slot memory external jenis baru, yaitu Memory Stick Micro (M2). Pada saat itu, kemampuan eskpansi memory yang didukung hanya sampai kapasitas maksimum 2 GB.

Hampir bersamaan dengan peluncuran Z550, Sony Ericsson merilis handphone clamshell lain yang lebih tinggi spesifikasinya, yaitu Z710. Z710 adalah versi generic dari W710, handphone seri Walkman berbentuk clamshell yang memiliki desain dan fitur sporty. Kedua handphone kembar ini memiliki fitur antara lain kamera 2 megapixel – sayangnya tanpa autofocus maupun lampu flash karena pada saat itu Sony Ericsson mulai memisahkan antara fitur kamera dan musik/generik di mana seri musik dibekali kamera yang tanpa autofocus, tanpa flash, dan kualitas seadanya. Seperti halnya W710, Z710 juga memiliki desain yang terkesan macho meskipun tidak tampak sporty seperti kembarannya.

Menjelang akhir tahun 2006, Sony Ericsson mulai memberikan sentuhan fashion yang lebih kental pada handphone clamshellnya dengan dirilisnya Z610. Z610 memiliki tampilan yang terkesan glamor dengan adanya bagian luar yang menyerupai cermin dengan pilihan warna yang terang dan glossy, seperti pink dan biru. Meskipun disediakan juga pilihan warna hitam, kesan glossy masih sangat terlihat. Yang menarik dari Z610 adalah layar OLED di bagian luar yang tersembunyi, hanya muncul jika ada pemberitahuan terkait dengan menu-menu yang tampak dari layar luar seperti ada panggilan masuk ataupun pesan baru yang diterima. Z610 adalah clamshell ketiga yang dapat beroperasi pada jaringan 3G/UMTS setelah Z1010 dan Z8000.

Akhir tahun 2006, pilihan clamshell diperbanyak dengan hadirnya Z558. Z558 adalah penerus Z550 dengan penambahan fitur “touchscreen”. Sayangnya bukan full touchscreen seperti yang ada pada seri P, melainkan terbatas pada penulisan pesan, dilengkapi juga dengan pengenalan tulisan tangan yang dapat dilakukan melalui stylus yang disertakan pada handphone ini.

Suka dengan tampilan Z610 yang memiliki efek cermin pada bagian luarnya tapi budget terbatas? Sony Ericsson rupanya memikirkan kemungkinan tersebut sehingga pada awal tahun 2007 dirilislah Z310 yang bisa dikatakan sebagai versi sederhana atau murah dari Z610. Memang tidak persis sama dalam hal desain, tapi Z310 juga memiliki permukaan glossy yang menyerupai cermin dan layar tersembunyi untuk notifikasi SMS dan panggilan masuk seperti halnya Z610. Tentu saja fitur yang dimiliki Z310 pun sangat jauh di bawah Z610 tapi kamera VGA dan bluetooth sudah bisa dikatakan lumayan untuk kelas pemula yang ingin bergaya dengan sebuah handphone fashion.

Pada kuartal pertama tahun 2007 Sony Ericsson mengumumkan handphone pertama yang dibekali dengan jaringan HSDPA atau 3.5G, juga handphone pertama yang dilengkapi dengan fitur Location Services berbasis GPS, meskipun tidak ditanamkan built-in GPS receiver di dalamnya. Handphone tersebut adalah Z750. Secara sepintas, Z750 ini terlihat sama persis dengan Z610, baik dalam hal desain maupun pilihan warna. Perbedaan antara Z610 dengan Z750 dalam ukuran fisik memang hanya pada panjangnya di mana Z750 lebih panjang sekitar 3 mm daripada Z610. Selain jaringan HSDPA, Z750 juga memiliki keunggulan dalam hal resolusi layar. Entah apa yang terjadi dengan Z750, lebih dari setahun sejak diumumkan pada bulan Maret 2007  tidak pernah tampak dirilis untuk dijual di negara manapun, bahkan akhirnya handphone HSDPA yang pertama kali dirilis adalah dari seri lain. Barulah sekitar pertengahan tahun 2008 (kalau tidak salah) diperoleh kabar bahwa Z750 hanya diedarkan untuk wilayah Amerika saja.

Setelah hampir setengah tahun tanpa clamshell baru, akhirnya muncul juga clamshell lain dari Sony Ericsson: Z250 dan Z320. Dari serinya, bisa ditebak bahwa ini adalah clamshell untuk kelas bawah, Z250 dengan kamera VGA dan Z320 dengan kamera 1.3 megapixel. Desain kedua handphone inipun tidak ada keistimewaan apa-apa.

Tahun 2007 kelihatannya merupakan masa paceklik bagi handphone clamshell. Z750 tak kunjung dirilis. Di pasaran pun yang terbaru hanya ada 2 clamshell low-end yaitu Z250 dan Z320 Pada akhir tahun 2007, sebenarnya muncul clamshell lain tetapi bukan untuk seri Z melainkan seri Walkman, yaitu W380. Meskipun diumumkan menjelang akhir tahun 2007, W380 baru tersedia di toko-toko pada awal tahun 2008.

Awal tahun 2008 pulalah Sony Ericsson mengumumkan “kembaran” W380 untuk seri Z, yaitu Z555. Kali ini agak berbeda karena desain kedua pasangan kembar ini sangat jauh berbeda meskipun sama-sama clamshell. Kalau W380 terkesan agak sporty, Z555 malah terkesan sangat feminin dengan adanya tekstur menyerupai diamond/berlian pada casing bagian luarnya. Di luar Walkman Player yang hanya dimiliki W380, kedua handphone ini bisa dikatakan memiliki fitur yang hampir sama.

Bersamaan dengan pengumuman Z555, Sony Ericsson mengumumkan adanya portofolio baru dalam jajaran produknya, yaitu seri Radio, diberi nama dengan awalan huruf “R”. Salah satu dari dua handphone seri Radio yang diumumkan pada saat itu berbentuk clamshell, yaitu R306. Sampai saat ini R306 tidak memiliki kembarannya di seri Z, dan dengan adanya sistem penamaan baru serta hilangnya penamaan dengan seri Z, maka dapat dipastikan bahwa kembaran R306 tidak akan pernah ada.

Tidak berselang berapa lama kemudian hadirlah Z770 yang diberi julukan “Internet Enable Phone” (bersamaan dengan versi candybarnya yaitu K660), yang merupakan cikal bakal dari seri G “Generation Web”. Disebut internet enable phone karena pada seri ini Sony Ericsson memberikan shortcut khusus untuk mengakses internet dan juga NetFront Browser versi baru yang lebih user friendly. Untuk mendukung kegiatan internet tersebut, kecepatan jaringan HSDPA-nya pun ditingkatkan menjadi 3.6 Mbps (Z750 sebagai handphone HSDPA pertama hanya sampai pada kecepatan maksimum 1.8 Mbps).

Pada saat yang bersamaan hadir pula handphone clamshell lain di seri Walkman, yaitu W980. W980 adalah generasi pertama seri Walkman yang menggunakan teknologi Clear Sound (Clear Bass dan Clear Stereo) sebagai pengganti MegaBass. Sayangnya, W980 tidak diberikan pasangan kembarnya di seri Z.

Bulan April 2008 adalah bulan di mana seri Z terakhir diumumkan. Pada bulan ini pula, penamaan handphone Sony Ericsson dengan sistem lama berakhir dan digantikan dengan sistem penamaan atau nomenclature baru. Seri Z terakhir tersebut adalah Z780 yang merupakan upgrade dari Z770 dengan penambahan built-in GPS receiver berupa assisted GPS (aGPS). Lagi-lagi, Sony Ericsson membuat ketidakjelasan pada keberadaan Z780 seperti halnya Z750, dan ternyata hanya meluncurkan handphone ini terbatas di negara-negara tertentu.

Dengan berakhirnya seri Z, tidak berarti bahwa Sony Ericsson akan menghentikan produksi handphone dengan desain clamshell. Clamshell akan tetap eksis tetapi akan dinamai sesuai dengan seri yang masih digunakan sampai saat ini, yaitu W (Walkman) atau T (fashion), dan tidak menutup kemungkinan untuk hadir pada seri lain seperti C (Cyber-shot), S (Snapshot) atau G (Generation Web).

Comments
  1. WhiteEye says:

    Z770 is the best looking fold from SE. Ever.

  2. jjlifeblog says:

    Yup, tapi umurnya sangat singkat ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s