Hati-hati dengan istilah “Mulus”…

Posted: 24 December 2009 in Candybar, QWERTY, Sony Ericsson, Symbian, Touchscreen
Tags: , , ,

https://i1.wp.com/stuff.tv/csfiles/blogs/future/sony-ericsson-p1i.jpg

Apa yang terlintas di benak Anda jika mendengar/membaca kata “mulus“?

Tentunya tergantung kondisi dan pikiran Anda saat itu kan? Bisa saja Anda membayangkan seorang perempuan cantik dengan kulit putih yang halus… Hahaha…!!!

Tergantung konteks atau topik pembicaraan juga pastinya.

Nah… sekarang coba Anda katakan apa yang mungkin ada di benak Anda jika Anda membaca iklan seperti ini:

Jual BU Sony Ericsson P1i mulus (lihat foto), lengkap (handset, hf, charger, desktop, cable data, manual book, box) semuanya ORI, murah cuma Rp x,xxx jt. COD Jaksel. Luar kota tambah Ongkir TIKI, Rekber OK (fee oleh buyer).

Hubungi 0857xxxxxxxx

Prefer COD Jaksel.

Yang pasti saya membayangkan sebuah handphone Sony Ericsson P1i yang meskipun bekas pakai tapi sangat terawat sehingga body-nya masih bagus, tidak ada atau sangat sedikit goresan/lecel-lecet, dengan tombol-tombol yang warnanya belum aus, dan bersih serta casingnya masih kencang tertanam pada body handphone.

Oya, foto dari barang yang dijual dilampirkan juga pada iklan tersebut, tapi agak susah membayangkan kondisi asli kalau dari foto, karena foto yang disertakan sangat buram dan kurang jelas.

Dengan asumsi bahwa yang dijual adalah P1i yang terawat dan mulus, tanpa ragu-ragu saya langsung mengontak si pembeli melalui sms. Dalam beberapa kali pembicaraan melalui sms, si penjual mengatakan bahwa handphone yang dijualnya tidak ada goresan atau lecet sama sekali, kondisi barang masih sangat bagus, semuanya berfungsi normal dan lengkap.

Maka tanpa ragu-ragu sayapun menyatakan deal dengan si penjual, dengan metode transaksi COD (cash on delivery) dan ketemu di suatu tempat keesokan harinya.

Sesuai dengan yang dijanjikan, akhirnya saya bertemu dengan si penjual. Setelah saya lihat ternyata handphone tersebut sudah ada goresan dan lecet-lecet di beberapa tempat, cacat yang sangat kentara dengan mata telanjang sekalipun. Bahkan casing bagian depannya sudah tidak kencang lagi karena agak menonjol keluar. Kira-kira kalau diukur kadar kemulusannya 80-85% lah. Kok berani-beraninya dia mengatakan “mulus” untuk barang seperti ini ya?

Entah karena apa, mungkin karena butuh dan juga rasa tidak enak, akhirnya terpaksa juga saya beli handphone tersebut. Tanpa sempat mencoba di tempat karena lokasi pertemuan di tempat umum yang lumayan ramai.

Setiba di rumah, saya periksa lagi dan coba. Fungsi handphone memang berjalan bagus, tapi ada masalah lain yang muncul, berikut daftar masalah dan jawaban dari si penjual setelah saya konfirmasi lagi.

Tingkat kemulusan casing: saya komplain karena penjual bilang mulus tapi kenyataannya tidak. Oenjual berkilah bahwa dia menyertakan foto dari barang tersebut. Tapi kan fotonya gak jelas???

Besar memory eksternal: saya komplain karena memory eksternalnya hanya 512 MB sedangkan paket aslinya setahu saya adalah 1GB. Penjual berkilah bahwa paketnya tanpa memory eksternal dan yang 512MB adalah bonus. Ahhhh….!!!

Handsfree sebelah kiri tidak berfungsi: setelah saya komplain penjual berkilah bahwa handsfree nya tidak pernah dipakai jadi dia tidak mengetahui hal tersebut. What the…???

Penjual adalah re-seller? Saya menyimpulkan bahwa barang tersebut adalah barang yang didapat dari pemakai lain dan dijual lagi oleh penjual: penjual berkilah bahwa itu adalah barang pakai sendiri yang dijual karena sudah bosan. Aneh… pemakai sendiri kok banyak gak tahunya tentang beberapa hal (memori eksternal dan handsfree).

Ini memang salah saya kenapa mau beli barang tersebut. Tapi dasar terjadinya pertemuan yang berujung pada transaksi adalah sms si penjual yang menyatakan bahwa barangnya benar-benar mulus tanpa cacat, yang ternyata tidak sesuai kenyataan.

Jadi, wajar dong kalau saya bilang saya kena tipu?

MySpace MySpace MySpace MySpace MySpace MySpace

MySpace MySpace MySpace MySpace MySpace

MySpaceMySpace

Comments
  1. Chen71281 says:

    Lha, bos, pas COD kan masih bisa cancel kan?

  2. JJ says:

    @Chen71281
    Gak tahu deh bro… orangnya melas gitu minta gak cancel… akunya juga jadi ngerasa gak enak, sampai akhirnya jadi beli. Tapi besoknya langsung titip temen buat dijual lagi. Rugi abis, soalnya banyak komplain dari pembelinya, hehehe…

  3. xxx says:

    lah kalo ane mah.. pasti udah ane cancel.. mao ngotot2an.. ribut didepan umum juga gak masalah..

  4. MasterMing says:

    Hahaha..

    Kayaknya gw familiar neh dgn postingan ini ^^

  5. JJ says:

    @MasterMing
    Hahaha…. tau aja loe…

  6. online says:

    Terima kasih untuk blog yang menarik

  7. ilham says:

    dalam membeli produk apapun harus lebih hati-hati

    thanks buat infonya, y bisa menambah informasi

  8. JJ says:

    @ilham: betul bro… berbagi pengalaman untuk mengingatkan diri sendiri dan siapa tahu berguna buat orang lain tak ada salahnya kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s