2009: Tahunnya “Berry-berry” (Handphone China – Bagian 4)

Posted: 2 January 2010 in Chinese Phone, General, Lifestyle, Nokia, Other Mobile Phones
Tags: , , , , ,

Tiga buah tulisan terdahulu tentang handphone atau ponsel (merk lokal) buatan China mendapat respon yang lumayan banyak, ditandai dengan banyaknya komentar yang masuk dan sempat menjadi post paling ngetop di blog ini. Hampir dua tahun berlalu, ternyata kiprah ponsel China di Indonesia makin lama makin mantap saja.

Tahun 2009 yang baru lalu di Indonesia merupakan tahunnya Blackberry. Smartphone buatan RIM yang berasal dari Kanada ini begitu mendominasi penjualan ponsel di Indonesia. Toko-toko yang khusus menjual Blackberry semakin banyak didirikan, RIM pun secara resmi menempatkan perwakilannya di Indonesia, Indonesia menjadi negara dengan pemakai Blackberry terbanyak di dunia, hampir semua operator telepon selular menyediakan paket Blackberry messaging dan internet services, dan pemakai Blackberry dapat ditemui di mana saja: kantor, sekolah, mall, pasar, lift, jalanan, bis, angkot, dan banyak lagi.

Apa istimewanya Blackberry sehingga sampai menimbulkan “kehebohan” sedemikian besar, terutama di Indonesia? Catat sekali lagi: di Indonesia. Ya, Indonesia. Di negara-negara lain Blackberry memang sedang naik pamor juga, tapi pertumbuhannya tidaklah sedahsyat seperti di Indonesia. Ini mengingatkan pada beberapa tahun lalu di mana Indonesia pernah menjadi pemakai terbanyak smartphone seri Communicator dari Nokia, di dunia. Posisi Communicator Nokia sekarang digantikan oleh Blackberry. Situs berita seperti CNN pun sampai menyebut Indonesia sebagai rajanya Blackberry.

Kadang-kadang heran juga, kenapa Indonesia yang katanya masuk negara berkembang malah cenderung ke miskin tapi perkembangan gadget yang notabene bukan kebutuhan primer bisa sampai sebegitu hebatnya, dan lebih gilanya lagi bukan pada segmen ponsel kelas menengah ke bawah tapi lebih pada ponsel yang dikategorikan dalam kelas bisnis. Nokia Communicator sebenarnya adalah smartphone yang pangsa pasarnya adalah para pebisnis yang sibuk dan mobile, tapi di lapangan − di Indonesia − pemakainya bisa saja berasal dari kalangan pelajar, pembantu, cewek-cewek “ABG”, cewek-cewek “gaul” yang gak mau disebut ketinggalan jaman. Fitur yang dipakai? Pada jaman itu tentu saja sebagian besar hanya SMS dan telepon saja. Fitur-fitur kantoran? Cuma penghias aja kan?

Demikian juga dengan Blackberry. Smartphone yang punya keunggulan pada fitur push email dan messaging ini semula ditujukan untuk kalangan pebisnis yang super sibuk dan perlu untuk membuka/membalas email kapan saja dan pada saat mobile. Di Indonesia? Yakinkah Anda bahwa para ABG “gaul” yang gak mau dibilang gak ikut trend itu perlu fitur seperti itu? Para pelajar SD, SMP, SMA itu apa sangat perlu email yang real time? Para cewek yang rajin nongkrong bergerombol di mall itu perlu jugakah? Mereka memang “perlu” memiliki Blackberry karena teman-teman satu “geng”-nya semua memakai Blackberry, kalau hanya satu orang dari kelompok tertentu itu belum memakai Blackberry, mungkin istilahnya mereka bilang “gengsi dong”. Ibu-ibu arisan? Ya sama saja: “yang lain udah pakai Blackberry, masa saya belum punya sih Pa?”, mungkin itu yang mereka bilang ke suami masing-masing.

Dari pengamatan secara visual − di mall, kantor, pasar, bis, angkot, dll. − hampir bisa dipastikan bahwa pemakai Blackberry − di Indonesia − lebih dari 70% adalah wanita. Masuk akal, karena jenis kelamin ini paling mudah terpengaruh oleh trend. Yang penting penampilan, fitur gak tahu cara makainya itu urusan belakangan. Golongan kedua terbanyak mungkin adalah pria tetapi bukan dari kalangan pebisnis, lebih kepada pria yang sangat menjaga penampilan: pakaian rapih (kadang terlalu rapih) dan segalanya selalu trendy. Barulah mungkin mereka yang memang sangat membutuhkannya untuk mendukung pekerjaan pada kelompok paling akhir. Ini subjektif  ya, hanya berdasarkan pengamatan.

Saya pernah baca di suatu majalah yang membahas teknologi selular bahwa menurut survey yang dilakukan oleh majalah itu, fitur paling banyak yang digunakan oleh para pemakai Blackberry adalah Facebook, chatting, dan messaging. Lha, push mailnya mana? Entahlah… (ketawa? silakan). Itulah para “gadgeters” Indonesia (kebanyakan): yang penting ikut trend! Padahal kalau hanya sekedar ber-Facebook, atau sekarang ber-Twitter, itu bisa dilakukan dengan ponsel apa saja − tidak harus smartphone atau Blackberry − asalkan ponsel tersebut bisa terkoneksi ke internet. Banyak sekali aplikasi khusus Facebook ataupun Twitter, baik untuk Java maupun sistem operasi terbuka seperti Symbian ataupun Windows Mobile. Chatting? Sama saja, ponsel apapun bisa, dan aplikasinya sangat banyak dan beragam.

Messaging? Mungkin ini memang kelebihan Blackberry yang tidak dipunyai perangkat lain: BBM(Blackberry Messaging) antar sesama pemakai Blackberry yang gratis dengan mengirimkannya melalui PIN masing-masing. Tapi untuk mendapatkan hal yang gratis ini tentu saja konsumen harus menebus sebuah handset Blackberry yang harganya jauh lebih mahal daripada merk lain dengan fitur setara. Sebagai contoh: sebuah Blackberry Gemini yang belum mendukung jaringan 3G (masih 2G lho…) dan kamera hanya 2 megapixel dihargai Rp 3 juta, sedangkan ponsel dari merk Nokia atau Sony Ericsson yang sudah mendukung jaringan HSDPA (3.5G) dan berkamera 5 megapixel plus Xenon Flash bisa ditebus dengan hanya sekitar Rp 2.5 juta. Sangat jauh bukan? Ponsel Nokia atau Sony Ericsson dengan jaringan 2G/2.5G dan kamera 2 megapixel bisa didapat dengan harga antara 1 – 1.5 jutaan saja. Sungguh mengherankan.

Ciri khas perangkat Blackberry yang memang menjadi daya tariknya adalah keyboard QWERTY. Saking populernya QWERTY pada Blackberry, sampai-sampai Blackberry Storm yang tidak menggunakan QWERTY (hanya berbekal layar sentuh tanpa keyboard) penjualannya kurang bagus atau kalau boleh dikatakan tidak laku di Indonesia. Sebenarnya bukan hanya Blackberry yang memiliki desain keyboard QWERTY, merk lainpun punya type dengan desain keyboard seperti itu. Ambil contoh Nokia dengan E63, E71, atau E72. Sony Ericsson pun sempat merilis type M600i atau P1i yang desain QWERTY-nya unik karena lain daripada yang lain tapi sangat nyaman digunakan. Demikian juga dengan Samsung dan LG.

Tapi kelihatannya desain QWERTY seperti sudah identik dengan Blackberry, meskipun pada kenyataannya Blackberry bukanlah yang pertama merilis ponsel dengan QWERTY secara resmi, melainkan Handspring Treo 800 pada tahun 2001. Blackberry secara resmi baru merilis ponsel QWERTY pertamanya setahun kemudian.

Seperti pernah saya tulis dalam tiga tulisan terdahulu, desain ponsel China kebanyakan meniru − secara fisik − desain ponsel dari merk ternama. Dengan boomingnya Blackberry di Indonesia, maka tidak heran jika semua ponsel China kemudian meniru desain Blackberry, atau lebih jelasnya adalah memiliki keyboard QWERTY. Sebagian besar ponsel China yang beredar di tahun 2009 memiliki keyboard QWERTY dengan sebagian besarnya meniru desain Blackberry. Ada juga sebagian lagi yang meniru desain Nokia E71.

Booming ponsel China dengan keyboard QWERTY a la Blackberry ini lebih dipertegas lagi dengan penamaan yang dibuat sendiri oleh distributornya, semisal: NexianBerry, MitoBerry, LuxBerry, Blueberry, dan lain-lain, pokoknya semua diakhiri dengan kata “Berry”. Maka kemudian muncullah sebutan atau istilah yang banyak digunakan untuk menyebut ponsel jenis ini, misalnya “Blackberry-Wanna-be”, “Blackberry-look-alike”, “replika Blackberry”, dan sejenisnya.

Selain desain ber-QWERTY, vendor/distributor lokal dari ponsel China inipun menambahkan beberapa gimmick pada iklannya masing-masing, yaitu Facebook, Chatting, Twitter, dan sejenisnya yang pada kenyataannya bukan merupakan aplikasi khas seperti dijumpai pada merk ponsel tertentu semisal Blackberry, iPhone atau Sony Ericsson, tetapi hanya sekedar shortcut ke aplikasi Java yang umum, misalnya:

  • Facebook: isinya bukan aplikasi khusus Facebook yang khas melainkan hanya shortcut ke Facebook Mobile (m.facebook.com) yang bisa diakses dengan default browser ataupun Opera Mini.
  • Opera Mini: aplikasi Java ini gratis, bisa diunduh dari mana saja dan bisa di-install di ponsel mana saja asalkan versi Java-nya kompatibel.
  • Chatting (YM, MSN, dll.): sama halnya seperti Opera Mini, aplikasi Java untuk keperluan ini gratis dan bisa diunduh serta di-install diponsel mana saja asalkan kompatibel.
  • Twitter: sama saja sepeti Opera Mini atau aplikasi chatting, ini adalah aplikasi Java yang gratis.

Bagaimana mengenai fitur? Tetap saja masih belum beranjak:

  • Dual On: kebanyakan GSM-GSM dan sebagian kecil GSM-CDMA serta ada juga yang single network GSM
  • TV Analog (sangat khas ponsel China)
  • Jaringan: belum 3G, masih berkutat di 2G atau 2.5G

Dan sungguh luar biasa, ponsel-ponsel China dengan QWERTY yang banyak disebut sebagai peniru Blackberry ini di Indonesia laku keras. Bahkan pada beberapa event launching produk yang biasanya dilakukan di pusat perbelanjaan sempat terjadi kericuhan saking banyaknya peminat. Maklum saja, harga yang dibandrol memang sangat menggiurkan, hanya sekitar 1 jutaan atau kurang. Dengan modal yang jauh lebih sedikit dari Blackberry “asli”, seseorang sudah bisa menenteng ponsel yang dari jarak jauh terlihat seperti Blackbery. Mungkin itulah yang diharapkan dari para pembeli ponsel China dengan desain Blackberry-look-alike tersebut: bisa gaya a la Blackberry dengan modal kecil.

Ah… ada-ada saja perilaku orang Indonesia… entah kapan “wabah” Blackberry ini akan berakhir. Mungkinkah tahun 2010 ini? SEMOGA.

Tulisan sebelumnya tentang ponsel China:

Comments
  1. remond says:

    hp china yg agak bandel dan kuat type apa ? saya beli hp china mrk beyond 76, beyond 96 smua rusak dipakek belum ada 1 bln kerusakan pd kipet macet dan lampu mati keduanya sama saya masukkan toko katanya/dpt garansi sudah 2 bln lebih belum jadi bagai mana ini?

  2. novi says:

    saya mau tanya, apa aja merk hp yang bukan terbuat/made in cina itu ?

  3. […] Diambil dari berbagai sumber dan hasil googling, salah satu nya di sini. […]

  4. JJ says:

    @novi
    Kalau yang beredar di Indonesia, meskipun di unitnya ada tertulis “made in China”, tapi merek-merek berikut bukan buatan China (hanya pabriknya memang di China) : Nokia, Sony Ericsson, Samsung, LG, Motorola, Blackberry, iPhone, HTC, dan banyak lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s