Review HTC Wildfire by Mobile Technology, Entertainment & Lifestyle Blog

Posted: 2 September 2010 in Android, HTC
Tags: , ,

Mobile Technology, Entertainment & Lifestyle Blog kembali membuat review! Kali ini untuk smartphone buatan HTC berbasis sistem operasi Android yang diberi nama HTC Wildfire. Karena ini adalah smartphone android kedua yang saya miliki setelah Sony Ericsson Xperia X10, maka dalam beberapa aspek akan dilakukan sedikit perbandingan antara kedua smartphone tersebut. Anggaplah sebagai pengganti review Sony Ericsson Xperia X10 yang tak pernah kunjung datang.

Apa yang terdapat di dalam kotak pada saat pembelian?

Inilah isinya:

  • HTC Wildfire warna White (Putih)
  • Batere 1300 mAh
  • Kabel USB dengan jenis koneksi micro USB
  • Sambungan ke charger mobil
  • Sambungan ke Power Unit (untuk disambungkan dengan sambungan ke charger mobil dan kabel USB ke listrik)
  • Headset stereo dengan jenis koneksi jack 3,5 mm (berwarna putih sesuai dengan handsetnya)
  • Kartu memori microSD 2GB merk Samsung disertai adapter ke SD Card (sudah tersedia software untuk koneksi ke komputer)
  • Beberapa Buku Manual

Impresi terhadap Desain dan Fisik serta Tombol-tombol Pengatur

HTC Wildfire adalah versi mini dari HTC Desire. Secara fisik, selain ukurannya yang lebih kecil, Wildfire memiliki bentuk dan material yang persis sama dengan Desire. Secara keseluruhan badan ponsel terbuat dari material logam yang kuat dengan sebagian kecil bahan plastik berkualitas tinggi di bagian belakang atau penutup batere. Bagian utama dari bagian depan dipenuhi oleh layarnya yang berukuran 3,2 inci. Cukup luas untuk segala keperluan pengoperasian smartphone ini. Di sekeliling layar terdapat list yang terbuat dari logam. Layarnya jika terkena tangan berkeringat jadi gampang kotor, tapi dapat dibersihkan dengan mudah dengan menggunakan lap kain yang lembut. Bagian penutup batere sangat bersih, tidak mudah terkena kotoran meskipun sering kena tangan. Ukuran Wildfire sangat pas di genggaman, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Bahkan, pengoperasian dengan satu tanganpun dapat dengan mudah dilakukan. Bagi saya, ukuran Xperia X10 terlalu besar sehingga sangat sulit untuk menggunakan hanya satu tangan.

Hanya ada 2 buah hardware button di Wildfire, yaitu tombol power dan optical joystick/touchpad. Tombol power selain berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan ponsel juga berguna untuk screen lock dan unlock. Optical trackpad berfungsi layaknya mouse pada sebuah laptop, dapat digerakkan ke segala arah, cukup dengan sentuhan jari. Selain itu, sebagaimana ciri khas smartphone android dari HTC, di bagian bawah layar terdapat 4 buah soft touch keys: Home, Menu, Back dan Search. Keempatnya sangat responsive, cukup dengan sentuhan kecil sudah berfungsi dengan baik.

Di bagian atas layar terdapat speakerphone, sensor cahaya dan sensor proximity, serta lampu indikator yang akan menyala dengan warna berbeda pada saat charging, koneksi ke komputer dengan kabel data, atau indikator untuk pesan dan panggilan masuk/tak terjawab0

Di bagian kiri atas terdapat tombol volume dan port untuk micro USB ada di kiri bawah. Di bagian kanan tidak ada tombol apapun. Di bagian atas terdapat tombol power dan lubang untuk jack 3,5 mm. Di bagian bawah terdapat microphone untuk percakapan dan ada juga lubang untuk strap di bagian belakang bawah. Di bagian belakang atas terdapat 1 lubang speaker, lensa kamera dan LED flash untuk kamera.

Batere, SIM Card dan slot memory microSD terdapat di balik penutup batere di bagian belakang. Khusus slot mempry card, dapat diakses hanya dengan membuka penutup batere tanpa harus melepas batere, berbeda dengan slot SIM card yang harus melepas batere terlebih dahulu.

Tidak ada tombol khusus untuk mengaktifkan kamera, tapi kita dapat membuat shortcut untuk menuju ke aplikasi kamera dan meletakannya di halaman utama layar untuk memudahkan pengoperasian kamera. Demikian juga dengan tombol shutter, tidak disediakan secara khusus. Untuk melakukan pengambilan gambar dapat dilakukan dengan 2 cara: menjadikan touchpad sebagai tombol shutter atau langsung menekan agak lama di layar, dengan focus yang dapat kita sesuaikan sendiri.

Impresi terhadap Layar

Wildfire memiliki layar berukuran 3.2 inci dengan jenis TFT touchscreen kapasitif 16 juta warna dan resolusi QVGA (320×240) pixels. Semula saya agak meragukan kualitas layarnya mengingat resolusinya kecil dibandingkan kakaknya (Desire), ataupun Xperia X10. Tapi keraguan tersebut langsung sirna pada saat pertama kali saya menghidupkan Wildfire. Layarnya ternyata sangat terang dan cukup bagus, tidak terlalu jauh kualitasnya dari X10, hanya berada sedikit di bawahnya. Menurut spesifikasinya, layar Wildfire terbuat dari bahan kaca yang tahan terhadap goresan dari kunci dan benda-benda lainnya, tapi saya tidak berani berspekulasi untuk mencoba menggores layarnya sebagai pembuktian kekuatannya.

Layarnya sangat responsif, bahkan dalam beberapa hal jauh lebih bagus daripada X10. Contohnya adalah pada saat menyentuh beberapa menu yang ada di bagian paling luar atau pojok, sangat mudah, berbeda dengan X10 yang kadang-kadang susah untuk mengeksekusi menu yang terdapat di sisi paling luar. Kemampuan multitouch Wildfire kembali menjadikannya lebih unggul daripada Xperia X10 yang memang tidak mendukung multitouch sama sekali.

Smartphone dengan layar sentuh harus memiliki fitur untuk mengunci layar (screen lock) untuk menghindari sentuhan tak sengaja yang tidak diinginkan. Pengunci layar secara otomatis bisa diatur dengan waktu tertentu pada setting (30 detik, 1 menit, 2 menit, 10 menit, atau tidak pernah mati sama sekali). Selain itu setiap waktu kita bisa mengunci layar dengan menekan tombol power. Untuk menghidupkannya kembali, cukup dengan menekan tombol power lagi. Pada saat layar kembali dihidupkan, layar akan terkunci. Untuk mengaktifkannya cukup dengan menyapukan tangan dari atas ke bawah dimulai dari sebuah gambar yang muncul di sepertiga bagian bawah layar. Proteksi lain dapat dilakukan dengan membuat sebuah pola tertentu pada sembilan buah titik yang akan muncul setelah membuka pengunci di atas. Lebih jauh lagi proteksi dapat dilakukan dengan mengaktifkan password.

Impresi terhadap OS Android 2.1, User Interface dan HTC Sense

Apa perbedaan Android versi 1.6 (Donut) dengan versi 2.1 (Eclair)? Tentu saja user interface-nya, dan ada beberapa perbedaan fitur yang akan dijelaskan kemudian.

Jika pada Donut kita diberi halaman kosong pada Home yang dapat diisi berbagai macam shortcut ke berbagai aplikasi, dan untuk masuk ke semua aplikasi kita harus menggerakkan semacam “tirai” ke atas untuk membukanya dan ke bawah untuk menutupnya, maka di Eclair ada 3 menu utama yang secara permanen ada terus di bagian bawah layar pada semua halaman Home. Tiga menu tersebut adalah:

  • Di kiri: sebuah panah ke atas yang kalau ditekan akan masuk ke daftar semua aplikasi (dan lambangnya akan berubah menjadi pana ke bawah), tekan sekali lagi untuk menutup.
  • Di tengah: Phone, ini untuk masuk ke menu telepon yang berfungsi untuk melakukan panggilan, mengakses daftar contacts, dan call list.
  • Di kanan: lambing “+” yang berfungsi untuk menambahkan Widget, Aplikasi, Shortcut, atau folder ke halaman Home.

Kesamaan kedua versi di atas adalah bahwa semua halaman Home (jumlahnya bias diatur sesuka kita), dapat diisi dengan berbagai macam widget, aplikasi, shortcut ataupun folder sesuai keinginan kita, asalkan tempatnya masih mencukupi. HTC Sense memberikan pilihan tema (yang diberi nama Scene) yang sudah pre-installed, yaitu: Operator (akan muncul sesuai nama operator yang digunakan), HTC, Social, Work, Play, Travel dan Clean State (hanya menyediakan halaman kosong untuk kita isi sendiri). Masing-masing Scene telah menyediakan widget dan aplikasi sesuai tema scene tersebut. Pada Scene Social misalnya, sudah tersedia FriendStream yang berupa widget untuk update status beberapa social networking seperti Facebook, Twitter, Flickr, dan lain-lain. FriendStream ini fungsinya mirip dengan TimeScape yang ada pada Sony Ericsson Xperia X10, hanya saja tampilannya memang jauh berbeda.

Aplikasi untuk Contacts (daftar telepon) berbeda namanya. Jika pada Donut bernama Phonebook, maka pada Eclair diberi nama People. Pergantian nama ini kemungkinan besar karena fungsinya yang jauh lebih luas daripada sekedar Phonebook. Pada aplikasi People, selain memuat daftar Contacts, kita juga diberi pilihan untuk mengelompokkan Contacts dalam berbagai kategori seperti Family, Co-workers, dan lain-lain. Setiap Contact dapat dihubungan dengan teman di Facebook atau Flickr sehingga kita tidak perlu repot-repot mengedit Contact untuk mengganti Contact Picture misalnya, karena Photo Profile di Facebook akan secara otomatis menjadi Contact Picture, demikian juga informasi lain yang ada di Facebook akan secara otomatis meng-update Contact, seperti nomor telepon, nama perusahaan, tanggal lahir, dan lain-lain. Pada menu People kita juga dapat mengakses daftar Phonebook yang ada di Online directory seperti Facebook, Company directory, Flickr, Plurk, dan Twitter. Seluruh relasi yang ada di online directory, jika ada, akan tampil dan kita dapat melihat profile, atau berinteraksi dengan relasi tersebut (mengirim email, misalnya). Jika kita berada di daftar Contact, selain dapat melakukan panggilan, kita juga dapat mengirim message berupa SMS/MMS atau email. Dan jika kita berada di daftar phonebook Facebook, kita bisa mengirim email langsung ke teman facebook kita. Semuanya terintegrasi dengan baik dan sangat memudahkan.

Beberapa aplikasi sudah tersedia pada saat pertama kali mendapatkan Wildfire, yaitu: Application sharing, Calculator, Calendar, Call history, Camcorde, Camera, Clock, Compass, Facebook, Flashlight, FM Radio, Footprints, Friend Stream, Gallery, GMail, Internet, Java, Learn More, Mail, Maps, Market, Messages, Music, News, Peep, People, Phone, Plurk, Quick Office, Setting, Setup, SIM Toolkit, Stocks, Teeter, Transfer Data, Videos, Voice Recorder, Weather, dan Youtube.

Semua aplikasi berjalan normal dan dapat dikatakan kecepatannya sangat bagus. Saya coba meng-install berbagai macam aplikasi, baik download dari Market maupun install file apk-nya, dan semuanya berjalan dengan baik di Wildfire. Terus terang saya tidak terlalu suka bermain game di ponsel, jadi saya belum pernah mencoba meng-install dan menjalankan aplikasi game apapun di Wildfire.

Impresi terhadap Fungsi Telepon, Fitur-fitur Lain, dan Kamera

Fungsi dasar sebuah telepon tentu saja tidak boleh dilupakan. Semakin canggih sebuah ponsel, seharusnya tetap memperhatikan fungsi dasar bertelepon. Bahkan kalau masih memungkinkan untuk melakukan pengembangan, kenapa tidak?

Ada dua kejadian mengecewakan yang saya alami dengan ponsel kelas atas dari Sony Ericsson berkaitan dengan fungsi telepon. Pertama adalah C905, yang pada waktu itu adalah ponsel kamera paling canggih dari Sony Ericsson. Kejadian mengesalkan yang saya alami adalah matinya earpiece, yaitu speaker tempat kita mendengarkan suara dari lawan bicara. Kerusakan ini dialami oleh sangat banyak pemilik C905 dimanapun di dunia. Kejadian kedua adalah kecilnya suara yang keluar dari earpiece Xperia X10. Padahal Xperia X10 adalah ponsel flasgship dari Sony Ericsson, sampai saat ini.

Untunglah kedua hal tersebut di atas tidak saya alami di Wildfire. Melakukan percakapan di Wildfire adalah sebuah hal yang menyenangkan karena suara yang keluar dari earpiece sangat jernih dan jelas. Apalagi proximity sensor sangat membantu, yaitu layar akan mati pada saat badan ponsel dekat dengan telinga untuk menghindari kesalahan sentuh, tapi layar akan otomatis menyala kembali setelah percapakan selesai dan ponsel jauh dari telinga.

Fungsi dasar telepon lainnya adalah messaging, dalam arti SMS dan MMS. Sama halnya pada Donut, pada Eclair pun untuk kedua keperluan ini disediakan aplikasi Messaging yang bentuknya chat-view atau threaded view. Seluruh pesan masuk dan keluar dari satu nomor contact akan dibuat dalam sebuah thread tersendiri sehingga historikal dari pesan dapat ditelusuri dengan jelas. SMS dan MMS tergabung menjadi satu thread. Hanya saja tampilan dari aplikasi default-nya baik di Donut maupun di Eclair sama-sama kurang menarik. Untunglah ada aplikasi gratis dari Market yang bernama Handcent SMS yang memiliki tampilan yang jauh lebih menarik.

Handcent SMS punya kemampuan lain yang sangat berguna. Sebelum ada aplikasi ini ter-install di ponsel, kita tidak bisa memilih ringtone dari daftar musik selain yang disediakan oleh Wildfire, tapi setelah Handcent SMS ter-install, maka pilihan ringtone bisa diambil dari daftar musik yang ada memory card.

Bagaimana dengan MMS?

Salah satu alasan saya menjual kembali Sony Ericsson Xperia X10 adalah karena sejak awal smartphone ini bermasalah dengan MMS. Saya dapat mengirim MMS ke manapun, tetapi tidak dapat menerima MMS sama sekali. Yang saya terima hanya berupa notifikasi tetapi content-nya selalu gagal pada saat di-download. Ada 2 kemungkinan yang saya curigai sebagai penyebabnya: versi android-nya (yang masih versi awal), atau karena ketidakcocokan antara handset dengan operator yang saya gunakan. Dari apa yang saya temukan dari berbagai review, tidak ada keluhan mengenai MMS pada ponsel merek lain yang menggunakan android versi Donut, dan beberapa teman lain pengguna Xperia X10 yang menggunakan operator selain yang saya pakai, tidak mengalami masalah dengan MMS, jadi kemungkinan kedua adalah yang paling masuk akal. Berbagai cara telah saya upayakan untuk menyelesaikan masalah MMS di Xperia X10: membuat topik di forum support Sony Ericsson, melakukan kontak dengan personel Sony Ericsson di Facebook, mengubah setting secara manual, men-download kembali setting otomatis, melakukan install ulang firmware, tapi tidak satupun yang berhasil sampai akhirnya saya jual kembali.

Untunglah, ber-MMS di Wildfire tidak ada masalah sama sekali. Tidak perlu bersusah payah melakukan setting manual atau meminta settingan kembali dari HTC maupun operator, cukup dengan menggunakan setting yang secara otomatis tersedia di ponsel pada saat pertama kali memasukkan SIM Card, mengirim ataupun menerima MMS di Wildfire dapat dilakukan dengan mudah dan selalu berhasil. Dengan kata lain, tidak ada masalah sama sekali dengan MMS di Wildfire.

Sekarang kita masuk ke bagian kamera.

Wildfire memiliki kamera internal yang beresolusi 5 megapixel. Kameranya dilengkapi dengan autofocus dan sebuah LED flash untuk membantu pencahayaan. Di atas telah dijelaskan bagaimana cara mengaktifkan kamera, saya rasa tidak perlu diulang kembali, lebih baik saya mengulas fitur-fitur yang ada di dalamnya.

Pada saat pertama kali mengaktifkan kamera, di layar akan muncul tulisan yang berbunyi: “Press the optical joystick to take a photo”. Di kanan atas terdapat shortcut untuk mengubah setting flash (On, Off, Auto). Di bawahnya ada shortcut untuk mengatur digital zoom (jauh atau dekat). Di kanan bawah terdapat shortcut untuk masuk ke gallery photo yang telah kita ambil sebelumnya. Di sebelah kiri ada tombol untuk masuk ke menu setting. Setting yang disediakan adalah:

  • Mode: Photo atau Video
  • Exposure: untuk mengatur Brightness
  • Image properties: untuk mengatur Contrast, Saturation dan Sharpness
  • Effect : None, Grayscale, Sepia, Negative, Solarize, Posterize atau  Aqua
  • Settings, yang terdiri dari:
    • White Balance: Auto, Incandescent, Fluoresence, Daylight, Cloudy
    • ISO: Auto, 100, 200, 400, 800
    • Resolution: 5MP, 3MP, 1 MP, Small
    • Quality: High, Fine, Normal
    • Self Timer: Off, 2 detik, 10 detik
    • Geo-tag : On, Off
    • Metering Mode: Spot, Center area, Average
    • Review duration: No review, 5 detik, 10 detik, No limit
    • Flicker adjustment: Auto, 50 Hz, 60 Hz
    • Autofocus: On, Off
    • Shutter sound: On, Off
    • Time Stamp: On, Off
    • Grid: On, Off
    • Reset to default

Tidak ada menu untuk mode Macro ataupun Panorama di Wildfire.

Setelah shutter (optical joystick atau langsung di layar) kita tekan, maka preview hasil photo akan muncul di layar dan tersedia 4 buah pilihan di sebelah kanan layar, yaitu:

  • Kembali ke mode kamera
  • Hapus
  • Share (kirim lewat Bluetooth, post ke Facebook, post ke Facebook for HTC Sense, atau post ke Flickr)
  • Masuk ke gallery/album photo

Hasil kamera Wildfire dapat dikategorikan sebagai standar atau lumayan. Jika dibandingkan dengan kamera Xperia X10, maka kamera Wildfire memiliki kualitas jauh di bawah Xperia X10. Saya belum sempat mencoba merekam video dengan Wildfire. Untuk hasil photo, akan saya tampilan kemudian di sini sebagian contohnya.

To be continued…

Comments
  1. Fransisca Berliani says:

    mau tanya donk.. dgn resolusi wildfire yg rendah, ga terlalu ngaruh ya utk baca sms,email,browsing,dll? Soalny ad yg blg ktny bikin mata pegal klo pake wildfire.. Apa itu benar? Soalny saya tertarik bgt mw beli wildfire, tp lg nyimak dl mslh yg resolusi ini.. Makasiih..

  2. JJ says:

    @Fransisca Berliani:
    Untuk baca sms, email, dan menu-menu lainnya cukup nyaman kok meskipun resolusinya terbilang rendah.
    Hanya saja kalau untuk browsing memang kurang nyaman karena secara default muncul dengan ukuran font yang sangat kecil sehingga harus selalu di zoom. Untungnya mendukung multitouch jadi zoomingnya enak.

  3. Wahyu says:

    Mau nanya soal suara speakernya,bagus ga??ato malah cempreng??

  4. JJ says:

    @Wahyu: Speakernya lumayan kenceng dan jermih bro, gak cempreng kok.

  5. chiw says:

    manteb reviewnya bro… saya make wf juga sekarang…

    tapi apdet systemnya masyaampun deh lamanyooo… udah 24 jam nggak kelar kelar juga… (fyi, saya pake tri paskabayar utk operatornya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s