Posts Tagged ‘Bao’

Jalou… nama yang aneh untuk sebuah handphone. Tapi jangan salah, ini handphone fashion lho! Bukan sekedar handphone fashion biasa, karena konon didesain sedemikian rupa dengan ide dasar dari bentuk, struktur, sudut-sudut dan kedalaman permata! Wow!

Tapi entahlah, apa karena aku bukan penggemar sesuatu yang berbau fashion seperti itu atau karena memang demikianlah adanya, menurutku tetap saja tidak ada sesuatu yang indah dari si Jalou. Well, mudah-mudahan para cewek akan menyukai Jalou, karena memang gender inilah sasaran utama yang dituju oleh Sony Ericsson dengan dibuat dan dirilisnya Jalou.

Menurut kabar yang kudengar, Jalou sudah ada dijual di Indonesia dengan harga sekitar 2 jutaan. Harga ini termasuk cukup murah untuk sebuah handphone fashion seperti Jalou. Tentu saja karena yang dijual di Indonesia hanya yang versi biasa, bukan edisi spesial yang dirancang secara khusus oleh perancang ternama Dolce & Gabbana.

Nampaknya Indonesia hanya akan kebagian versi biasa dari Jalou, belum ada kabar sedikitpun tentang apakah versi Dolce & Gabbana akan bisa didapat di sini. Kalaupun nantinya ada tentunya harganya akan sangat mahal karena menggunakan bahan khusus dan juga beberapa bagian menggunakan emas 24 karat!

Sementara ini nikmati saja dulu video promosi dari Jalou yang juga dibuat khusus oleh Dolce & Gabbana sendiri.

Oya, sekedar informasi, Sony Ericsson Jalou (versi biasa) sudah tersedia di SE Retail Store atau toko-toko handphone dengan harga Rp. 2.299.000.

Ini adalah post dengan judul terpanjang yang pernah kubuat. Judulnya jadi panjang karena ada sub-judul yang aku rasa perlu dicantumkan. Keduanya saling berkaitan.

Tulisan ini bermula dari kekecewaan besar terhadap apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini. Sebuah rumor yang menyesatkan, yang membuat aku merasa telah dibodohi dan ditipu, dan bahkan aku merasa telah membodohi dan menipu pembaca blog ini tanpa aku sengaja.

Sebuah rumor yang bahkan “diamini” oleh situs-situs yang cukup besar dan terkenal semacam gsmarena atau engadget, juga JUSTAMP Blog.

Pangeran Gagah

Pada rumor terdahulu, Jalou dikabarkan akan menjadi sebuah handphone berbasis Symbian S60 kedua dari Sony Ericsson dengan spesifikasi yang cukup menggiurkan: hampir sama dengan Satio tetapi berkamera 5 megapixel. Ilustrasi mengenai desain Jalou (kalau dibaca sebagai Jalu, dalam bahasa daerah Sunda ini berarti Jantan), meskipun berasal dari sebuah konsep, terkesan gagah dan garang. Sangat menjanjikan. Apalagi di saat Sony Ericsson mengalami krisis, Jalou dalam versi “impian” dipercaya bisa menjadi salah satu penyelamat dari kehancuran, di samping Satio, Aino, Rachael, dan Yari tentunya.

Perempuan Buruk Rupa

Namun apa yang terjadi dalam kenyataan? Ternyata si Pangeran Gagah bernama Jalou dalam impian pada kenyataannya sangat jauh berbeda, karena telah “dikutuk” menjadi seorang perempuan buruk rupa. Selain buruk rupa, si perempuan ini ternyata juga sangat jauh derajatnya dengan si Pangeran Gagah dalam impian.

Masih ingat kan dengan post ini: Bao: Kuharap Kau Tak Pernah Ada? Itulah wujud asli dari si pangeran impian sekarang: sebuah handphone clamshell yang dulu bernama Bao, yang saking buruknya kuharapkan tak akan pernah ada dalam sejarah Sony Ericsson. Si perempuan buruk rupa bernama Bao ini sekarang telah berganti nama menjadi Jalou, sebuah nama yang sangat tidak tepat.

Jalou sekarang telah berubah menjadi sebuah handphone yang oleh Sony Ericsson diposisikan sebagai fashion phone, tetapi menurutku adalah fashion phone salah kaprah!

Kenapa salah kaprah? Memangnya fashion harus selalu identik dengan clamshell yang memiliki tampilan bling bling berbentuk seperti tempat bedak dan layarnya bisa jadi cermin untuk berdandan, tanpa peduli fiturnya seadanya atau begitu-begitu saja?

Lihatlah Blackberry. Dari bentuk fisiknya, tak akan ada yang bilang itu termasuk fashion phone. Tapi berani bertaruh – terutama di Indonesia – sebagian besar pemakai Blackberry adalah kaum hawa alias wanita, golongan yang dijadikan target pasar Jalou oleh Sony Ericsson. Kata kuncinya adalah fitur, fitur dan fitur.

Handphone kotak bedak is so yesterday, honey. Apalagi desain berbentuk prisma itu udah lebih dari setahun yang lalu dibikin oleh Nokia, saingan terbesarmu Sony Ericsson. Lihatlah Samsung, lihatlah LG. Inovasilah yang membawa mereka menjadi peringkat 2 dan 3 secara global di bawah Nokia.

Sony Ericsson mungkin bisa berkilah kalau mereka masih punya andalan Satio, yang merupakan handphone GSM berkamera 12 megapixel pertama yang “diumumkan”. Ya, hanya diumumkan. Karena, seperti kejadian sejak K850, hampir dipastikan bukan menjadi yang pertama kali dirilis. Samsung sudah bersiap untuk segera merilis handphone kamera 12 megapixel pertamanya. Dan Sony Ericsson seperti biasa akan tetap tertinggal dari Samsung, bahkan LG. Kehancuranmu sudah di depan mata, tapi kau tetap tidak mau belajar dari pengalaman. Tak heran jika banyak yang akan segera meninggalkanmu dan beralih pada merk lain yang bisa memberikan lebih dari sekedar handphone copy-paste dan tanpa inovasi.

Rasanya nama blog ini pun suatu saat harus diganti.

Entah apa yang dipikirkan oleh tim desainer Sony Ericsson saat membuat desain untuk handphone dengan code name Bao ini. Coba perhatikan dua hal berikut ini :

  • Dalam sejarah Sony Ericsson, form factor clamshell – yang dulu dikelompokkan dalam seri Z – adalah type handphone yang cenderung kurang laku dibandingkan form factor lainnya. Beberapa contoh: Z250, Z320,Z550, Z555,  Z558, Z750, Z770, atau Z780.  Mungkin hanya Z610 yang agak lumayan tingkat penjualannya, itupun setelah harganya terjun bebas. Dan biasanya clamshell dari Sony Ericsson akan lumayan laku bila dibuat sebagai seri Walkman.
  • Handphone dengan seri clamshell sering diasosiasikan dengan fashion – entah siapa atau vendor mana yang memulai – dan akibatnya harganya akan jauh lebih mahal daripada bentuk lainnya, terutama pada saat awal diluncurkan. Tapi anehnya setelah lama dari rilis pertama, harga clamshell akan terjun bebas, bahkan tingkat penurunan harganya jauh lebih besar daripada bentuk lainnya.

Dengan fakta seperti di atas, entah kenapa Sony Ericsson masih saja ngotot mendesain dan memproduksi handphone dalam form factor clamshell. Memang sih, rasanya mungkin kurang lengkap kalau tidak ada form factor ini, karena meskipun sedikit tapi pangsa pasarnya masih ada.

Untuk clamshell yang sebelumnya pernah ada memang tidak ada masalah, meskipun kurang laku tapi desainnya memang menunjukkan sesuatu yang khas Sony Ericsson. Tapi apa jadinya kalau bocoran di bawah ini menjadi kenyataan?

Adalah weirdwilli di esato yang membocorkan gambar-gambar dari handphone Sony Ericsson dengan code name Bao. Yang jadi masalah adalah desain si Bao ini sangat mirip dengan beberapa seri merk lain, yaitu Nokia, entah seri berapa tapi yang jelas seri tersebut dinamai Prism karena desainnya memiliki tekstur berbentuk prisma atau prism. Lihat saja gambar-gambarnya : (more…)