Posts Tagged ‘Blackberry’

Don't Even Tempt Them, BlackBerry...Seperti ditulis sebelumnya: Blackberry Dilarang Digunakan Di Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab, hari ini Saudi Arabia secara resmi mematikan semua layanan Blackberry.

Ancaman pihak Saudi Arabia terhadap RIM sebagai pembuat Blackberry ternyata tidak main-main, terbukti dengan dimatikannya seluruh layanan Blackberry di negara tersebut.

(more…)

UAE Bans Everything BlackBerry On October 11Blackberry. Kata tersebut sudah tidak perlu lagi dijelaskan apa maksudnya. Hampir semua orang pasti sudah tahu apa itu Blackberry. Dan selain sebagai merek sebuah smartphone keluaran Research In Motion (RIM), nama Blackberry juga berarti seluruh layanan yang ada di dalamnya, baik berupa email, messaging, ataupun browsing.

Beberapa tahun belakangan ini, terutama dalam setahun terakhir, nama Blackberry tiba-tiba saja meroket, ditandai dengan meningkatnya penjualan di seluruh dunia yang dalam 2 kuartal awal tahun 2010 menempatkannya menjadi vendor ponsel nomor 4 di dunia, menggusur Sony Ericsson ke peringkat 5 dan melemparkan Motorola ke peringkat 7.

(more…)

Pada saat penyelenggaraan Konferensi Pers yang dilakukan oleh CEO Apple, Steve Jobs, tanggal 16 Juli 2010 yang lalu, Apple menyebutkan bahwa tidak ada ponsel yang sempurna dan semua ponsel memiliki kondisi di mana jika dipegang pada lokasi tertentu akan menyebabkan menurunnya kekuatan atau menghilangnya sinyal ponsel.

Seperti sudah berulang kali diberitakan di mana-mana, produk Apple terbaru, yaitu iPhone 4, memiliki kelemahan fatal yaitu sinyal akan hilang jika dipegang pada bagian bawah kiri, di bagian yang justru merupakan cara paling lazim dan paling umum digunakan oleh hampir semua pemakai ponsel.

(more…)

Selama beberapa tahun terakhir ini, 5 besar vendor handphone global − dilihat dari total penjualan di seluruh dunia − bisa dikatakan berasal dari 5 merk yang itu-itu saja. Sejak mengambil alih tahta puncak dari Ericsson, hegemoni Nokia sampai sekarang masih belum tergoyahkan. Ericsson yang sempat menghilang dari peredaran kembali dengan nama baru sejak menggandeng partner joint venture Sony − menjadi Sony Ericsson − berhasil masuk ke dalam 5 besar berkat inovasi-inovasi produknya yang banyak diminati oleh konsumen. Dua vendor raksasa dari Korea kemudian masuk ke dalam jajaran 5 besar, bahkan Samsung berhasil menggeser tahta nomor 2 dari Motorola yang dulu sempat memimpin sebelum digeser oleh Ericsson. Perlahan tapi pasti, LG Electronics berhasil melampaui Sony Ericsson, dan kemudian Motorola, untuk bercokol di posisi nomor 3. Sony Ericsson dan Motorola kemudian saling bergantian berada di posisi nomor 4 atau nomor 5.

(more…)

Tiga buah tulisan terdahulu tentang handphone atau ponsel (merk lokal) buatan China mendapat respon yang lumayan banyak, ditandai dengan banyaknya komentar yang masuk dan sempat menjadi post paling ngetop di blog ini. Hampir dua tahun berlalu, ternyata kiprah ponsel China di Indonesia makin lama makin mantap saja.

Tahun 2009 yang baru lalu di Indonesia merupakan tahunnya Blackberry. Smartphone buatan RIM yang berasal dari Kanada ini begitu mendominasi penjualan ponsel di Indonesia. Toko-toko yang khusus menjual Blackberry semakin banyak didirikan, RIM pun secara resmi menempatkan perwakilannya di Indonesia, Indonesia menjadi negara dengan pemakai Blackberry terbanyak di dunia, hampir semua operator telepon selular menyediakan paket Blackberry messaging dan internet services, dan pemakai Blackberry dapat ditemui di mana saja: kantor, sekolah, mall, pasar, lift, jalanan, bis, angkot, dan banyak lagi.

(more…)

Pada tahu Blackberry kan? Aku yakin semua pembaca udah pada tahu tentang “buah” yang satu ini, meskipun belum tentu punya.

Seperti banyak diketahui hampir semua orang, salah satu pemicu kepopuleran Blackberry adalah karena dia banyak dipakai oleh para selebritis, terutama selebritis di Amerika. Jelas saja, para selebritis ini kan sering muncul di mana-mana, baik di layar kaca maupun di berbagai jenis media lainnya, sehingga kepopuleran Blackberry segera terdongkrak oleh mereka.

Awalnya Blackberry hanya digunakan oleh korporat yang memberikan fasilitas pada karyawannya agar memudahkan dalam melakukan aktivitas pekerjaannya — dan di beberapa negara lain memang masih berlangsung seperti itu. Beda dengan di Indonesia, yang entah kenapa selalu menjadi pasar sangat besar untuk beberapa type smartphone. Contoh paling nyata adalah Nokia seri Communicator, pasar terbesar type ini adalah Indonesia, konon mencapai di atas 80% dari seluruh Communicator yang beredar di dunia. Padahal sih udah bukan rahasia lagi kalau para pemakai Communicator ini sekedar ikut trend aja tanpa pernah (jarang) memanfaatkan fasilitas di dalamnya kecuali untuk fungsi dasar ponsel saja: telepon dan sms.

Demikian juga halnya dengan Blackberry. Ada anomali di Indonesia di mana pemakainya kebanyakan perorangan, persentasenya konon jauh di atas korporat. Sehingga terjadilah pasar Blackberry yang aneh dan “khas” Indonesia yaitu black market dan PIN kloningan. Ada-ada saja. Oya, dan seperti halnya Communicator, konon sebagian besar pemakai Blackberry (di Indonesia) inipun gak begitu tahu semua fungsi blackberry, maklum saja, hanya sekedar ikut trend.

Kalau ada, misalnya, 5 orang berteman akrab, salah satunya belum pake Blackberry maka si orang ini akan merasa “gerah” dan merasa “gak gaul” sehingga belilah dia Blackberry agar “diakui” oleh kelompoknya, meskipun sebenarnya gak perlu-perlu amat.

Fenomena lain yang menarik, sekarang kalau kita jalan ke mal, plaza, atau tempat-tempat berkumpul umum lainnya, khususnya pada kelompok menengah ke atas, maka akan kita lihat bahwa sebagian besar wanita yang ada di tempat tersebut memakai Blackberry. Mengapa wanita? Karena jenis inilah yang paling sering jadi apa yang banyak dibilang orang sebagai “korban mode”. Mereka memakai Blackberry dengan diberi silicone case berwarna-warni: pink, merah, hijau, ungu, biru, kuning, dan lain-lain.

Bagaimana dengan pria? Banyak juga yang pakai Blackberry, tapi sejauh ini kelihatannya lebih banyak wanita yang pakai. Biasanya pria yang menggunakan Blackberry punya ciri khas: perlente, dengan pakaian sangat rapi — bahkan terlalu rapi(!)

Sekarang, salah satu “icon” Blackberry telah meninggalkan Blackberry kesayangannya dan menggantinya dengan 5 buah handphone dari Sony Ericsson (belum diketahui secara pasti type apa saja yang digunakannya).

Beritanya? Simak di bawah ini.

(more…)