Posts Tagged ‘Camera Phone’

Sony nampaknya benar-benar serius dalam memberikan dukungan terhadap Sony Ericsson. Jika pada beberapa tahun lalu Sony memberikan ijin kepada Sony Ericsson untuk menggunakan sub-brand Walkman™ dan Cyber-shot™, maka di tahun 2011 ini Sony kembali memberikan teknologi Mobile Bravia® Engine, sensor kamera Exmor R™, dan game dari PlayStation® pada beberapa produk smartphone terbaru Sony Ericsson.

Smartphone Android pertama yang diberi sentuhan teknologi Mobile Bravia® Engine dan Exmor R™ adalah Xperia™ Arc. Kemudian pada tanggal 13 Februari 2011 yang baru lalu Sony Ericsson mengumumkan 3 buah smartphone Android lagi, yaitu Xperia™ Play dengan dukungan fitur game dari PlayStation®, serta Xperia™ Neo dan Xperia™ Pro yang dibenamkan teknologi layar Mobile Bravia® Engine dan sensor kamera Exmor R™.
(more…)

Minggu lalu aku baru saja membeli handphone baru dari merk yang kali ini bukan Sony Ericsson, tapi Nokia, yaitu Nokia N86 8 MP, warna putih atau White. Aku tertarik untuk membeli handphone ini karena beberapa alasan:

  • Ingin mencoba merk lain selain Sony Ericsson
  • N86 8MP memiliki kamera 8MP yang bagus, dibuktikan dengan diperolehnya TIPA Award 2009 sebagai The Best Imaging Phone
  • Warna putihnya bagus
  • Designnya lumayan bagus

Dan sekarang untuk pertama kalinya dalam blog ini aku mencoba untuk memberikan review dari handphone tersebut.

(more…)

Delapan megapixel merupakan resolusi kamera digital tertinggi yang terdapat pada handphone sampai saat ini, yang tersedia di pasaran di seluruh dunia. Maaf, pembahasan ini tidak melibatkan handphone-handphone buatan China yang notabene dikenal sebagai handphone dengan desain yang hampir seluruhnya meniru vendor-vendor besar, dan kualitas yang masih harus dipertanyakan.

Dimulai oleh Sony Ericsson pada bulan Juni 2008 yang mengumumkan handphone GSM dengan kamera 8 megapixel pertama di dunia, yaitu C905, sampai saat ini tercatat tak kurang dari 14 type handphone kamera 8 megapixel yang beredar di seluruh dunia dari berbagai macam merk.

Meskipun sebelumnya Samsung pernah mengumumkan handphone pertama dengan kamera 8 megapixel, yaitu SPH-V8200, pada bulan Februari 2005 — jauh sebelum C905 — tetapi handphone tersebut diedarkan terbatas di negara Korea dan hanya dapat beroperasi pada jaringan CDMA khusus di negara tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Sony Ericsson C905 merupakan handphone dengan kamera 8 megapixel yang pertama kali diumumkan untuk jaringan GSM.

(more…)

Sony Ericsson W205 Walkman Phone

Masih ingat dengan Sony Ericsson T303? Handphone slider yang masuk dalam kategori fashion untuk kelas pemula dengan fitur yang benar-benar low-end: ukuran dan resolusi layar relatif kecil, internal memori sangat kecil tanpa adanya slot memory external. Yang diandalkan dari T303 hanyalah desain yang manis dengan bahan yang bagus, ciri khas seri T yang sekarang bertransformasi menjadi seri untuk fashion phone.

Kemarin Sony Ericsson baru saja mengumumkan handphone Walkman baru untuk kelas pemula yang diberi nama W205. Desain W205 benar-benar sangat mirip dengan T303, dengan sedikit perbedaaan pada panjang dan tebalnya, tetapi tidak terlalu banyak sehingga sepintas akan sangat mirip, kecuali kalau kita memperhatikan adanya logo Walkman pada W205 yang terletak di bagian depan.

Secara keseluruhan fitur yang dimiliki kedua handphone di atas juga mirip, dengan perbedaan utama pada Walkman Player versi 2 serta penambahan slot kartu memori eksternal berjenis Memory Stick Micro (M2) pada W205.

Selain kedua hal di atas, perbedaan lain antara W205 dengan T303 adalah :

  • Network : W205 dual-band GSM dengan EDGE sedangkan T303 tri-band GSM tanpa EDGE
  • Phonebook : 1000 contacts dengan multiple field pada, sedangkan T303 hanya mendukung sampai 500 contacts
  • Memori : internal memori W205 hanya 5 MB (dengan slot memori eksternal jenis M2), sedangkan memori internal T303 adalah 8 MB tanpa slot M2
  • Video recording : W205 merekam video sedangkan T303 tidak bisa
  • Music Player : W205 dibekali dengan Walkman Player versi 2, T303 hanya Music Player standard
  • Browser : W205 diberikan per-installed Opera Mini Web Browser, T303 hanya ada web browser standrd

Sony Ericsson S312 Snapshot Phone

Beberapa bulan lalu Sony Ericsson merilis S302, handphone pertama dari seri baru Snapshot yang menggunakan index “S”. Sama halnya dengan seri T, seri S sejak S302 berubah posisi menjadi seri baru, bukan lagi berdasakan form factor slider atau swivel, tapi diposisikan sesuai fungsi, yaitu Snapshot. Snapshot bisa dikatakan sebagai seri low-end dari Cyber-shot. Pada handphone yang masuk ke dalam jajaran seri Snapshot akan ditemui banyak fitur-fitur imaging seperti PhotoFix, Picture blogging, Video recording, Photo light, Video light, dan PictBridge printing. Berbeda dengan seri Cyber-shot, seri snapshot hanya menggunakan lensa kamera yang fixed focus (tanpa autofocus).

Tak terlalu lama sejak S302 dirilis, kini Sony Ericsson memperkenalkan penerusnya yang diberi nama S312. Selain desain, nampaknya tidak ada perbedaan yang mencolok dari segi fitur antara S302 dengan S312.

(more…)

Tanggal 3 Maret 2009 lalu, KOMPAS memuat berita mengenai ponsel S302 Snapshot dan W302 Walkman dari Sony Ericsson yang dilengkapi dengan Bahasa Sunda (Basa Sunda) dan Bahasa Jawa (Boso Jowo). Disebutkan bahwa kedua ponsel tersebut merupakan ponsel pertama dari Sony Ericsson — bahkan dari seluruh merk ponsel yang ada — yang mendukung kedua bahasa daerah tersebut.

Memang, jika kita bicara dari sudut pandang secara default atau factory setting, S302 dan W302 merupakan ponsel pertama yang memiliki kedua bahasa tersebut secara langsung pada saat kita membelinya di toko-toko atau gerai Sony Ericsson.

Tetapi, sebenarnya menjelang akhir tahun 2008 lalu, tepatnya bulan Desember tahun 2008, kedua bahasa ini sudah bisa didapatkan dengan cara melakukan update firmware — baik secara online melalui SEUS (Sony Ericsson Update Service), maupun datang langsung ke lokasi SESC (Sony Ericsson Service Center) terdekat. Ponsel pertama yang update firmware-nya memiliki kedua bahasa ini adalah T303.

Menurut pendapat saya, merupakan suatu terobosan besar dan menarik telah dilakukan dengan baik oleh Sony Ericsson Indonesia dengan menambahkan kedua bahasa daerah dengan jumlah penduduk pengguna yang merupakan dua besar di Indonesia. Pangsa pasar yang disasar dengan kedua bahasa baru ini memang kelas menengah ke bawah — terlihat dari type ponsel yang mendukung — dengan asumsi bahwa di kelas tersebut kemungkinan besar terdapat pengguna atau calon pengguna ponsel yang tidak sepenuhnya memahami bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris dengan baik.

Salut untuk Sony Ericsson Indonesia.

Berikut adalah petikan berita dari KOMPAS:

Ponsel Berbahasa Sunda dan Jawa dari Sony Ericsson

Dua jenis ponsel Sony Ericsson pertama yang menggunakan fitur Bahasa Jawa dan Sunda.

Selasa, 3 Maret 2009 | 13:42 WIB

JAKARTA, SELASA — Tak tanggung-tanggung, Sony Ericsson langsung mengisi dua seri ponselnya dengan fitur Bahasa Jawa dan Sunda untuk memanjakan penggunanya. Dua seri ponsel tersebut adalah seri W302 dan S302 yang sudah diluncurkan sejak akhir tahun 2008 lalu, tetapi kini di-upgrade dengan fitur bahasa ini.

Menurut Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia, tim Sony Ericsson memerlukan waktu satu tahun untuk mempersiapkan fitur bahasa Jawa dan Sunda sebelum akhirnya diluncurkan melalui kedua ponsel ini. Tak semua istilah diterjemahkan ke dalam bahasa daerah ini, selain tak ada padanannya, beberapa istilah yang sudah familiar, seperti bluetooth dan download dipertahankan dengan bahasa aslinya.

Untuk mempersiapkan bahasa yang benar dalam ponsel ini, seperti dikutip Warta Kota, Sony Ericsson menggandeng ahli bahasa dari UGM dan UI. Pihak Sony Ericsson mengklaim sebagai produsen ponsel pertama yang memperlengkapi ponsel-ponselnya dengan bahasa Sunda dan Jawa. Untuk ke depannya, setelah kuartal kedua 2009 ponsel-ponsel keluaran Sony Ericsson akan dilengkapi pula dengan kedua bahasa ini.

Ponsel W302 Walkman® memiliki spesifikasi Kamera 2 MP, Radio FM, TrackID™, dan Memory Stick Micro (M2) 512 MB dibanderol dengan harga Rp 1.500.000. Sementara untuk ponsel S302 Snapshot mengunggulkan Kamera 2 MP yang dilengkapi dengan memori internal 20 MB dan dukungan memori eksternal Memory Stick Micro™ (M2™), Photo Light dan Photo Fix dipasarkan dengan harga Rp 1.400.000.

Contoh tampilan Bahasa Sunda dan Jawa pada ponsel Sony Ericsson T303:

Sony Ericsson C510 menurut kabar dari SEMC Blog sudah dirilis pada tanggal 23 Februari 2009 di beberapa negara Eropa. Untuk mendapatkan handphone Cyber-shot pertama dari Sony Ericsson yang dilengkapi dengan teknologi Smile Shutter ini di Indonesia, kita masih harus menunggu sekitar 2 minggu sampai 1 bulan lagi. Mudah-mudahan pihak distributor di Indonesia bisa menyediakannya dengan lebih cepat.

Pada rilis perdana ini, C510 akan tersedia dalam 2 pilihan warna : Future Black dan Radiation Silver. Warna ketiga yang sempat bocor di internet beberapa waktu lalu — yaitu kombinasi antara warna putih dan merah — kemungkinan akan menyusul beberapa bulan kemudian.

Sambil menunggu, tak ada salahnya kita nikmati beberapa gambar dari iklan yang akan ditayangkan di internet khusus untuk C510 Cyber-shot ini.

Entah kenapa, sudah hampir 2 minggu sejak “Pengumuman” Sony Ericsson C901 Cyber-shot yang dilakukan di Norwegia, sampai show off di acara Mobile World Congress 2009 di mana Idou dan W995 diumumkan, press release secara global untuk C901 sampai sekarang belum dilakukan sama sekali oleh pihak Sony Ericsson.

Udah gw coba cek beberapa kali ke situs globalnya SE, yang ada di tanggal 10 Februari hanyalah C903. Harusnya pengumuman C901 dilakukan bersamaan dengan C903.

Setelah baca2 di esato, akhirnya berhasil juga gw dapetin press release untuk C901, tapi dalam 3 bahasa berbeda, semuanya non-Inggris : Swedia, Norwegia, dan Denmark.

Ini link dari ketiganya :
Kvalitetsbilder på ett enkelt sätt med nya Sony Ericsson C901 Cyber-shot™ (Sverige)
Sony Ericsson C901 Cyber-shot™ – kvalitetsbilder med Xenon-blits og ansiktsgjenkjennelse (Norge)
Kvalitetsbilleder på et splitsekund med Sony Ericsson C901 Cyber-shot™(Danmark)

Terjemahan pake Google Translate dari salah satu situs di atas (gw pake yang Norway) :

(more…)