Posts Tagged ‘Camera’

Pada sebuah event di London yang berlangsung tanggal 28 Mei 2009 jam 18.30 waktu setempat (29 Mei 2009 jam 00.30 WIB), Sony Ericsson memperkenalkan 3 buah ponsel terbarunya yang masuk dalam jajaran seri baru: Entertainment Unlimited, yaitu Sony Ericsson Satio, Sony Ericsson Aino, dan Sony Ericsson Yari.

Sony Ericsson Satio sebenarnya bukan merupakan ponsel yang benar-benar baru karena sudah pernah diperkenalan sebelumnya pada bukan Februari yang lalu dengan nama konsep Idou. Idou yang memiliki code name Kokoro atau Kokura ini akhirnya mendapatkan nama resmi sebagai Satio. Aino (eode nama: Sara) adalah sebuah ponsel berkamera 8 megapixel yang memiliki layar lebar (3″) dan keypad dalam bentuk slider. Yari (code name: Frida) adalah sebuah ponsel untuk fun yang mengedepankan fitur Gesture Gaming, sebuah teknologi yang sebelumnya hanya ada pada beberapa ponsel untuk operator NTT DoCoMo di Jepang.

Pada seri baru ini ada 4 hal yang layak dicatat:

  1. Pemakai tidak dibatasi lagi dengan fitur-fitur khusus pada musik, pencitraan, dan internet seperti yang selama ini banyak dialami pada ponsel Sony Ericsson. Misalnya seri Walkman yang mengedapkan fitur musik seringkali dibekali dengan kamera yang seadanya (tanpa autofocus, tanpa lampu flash, dll.), seri Cyber-shot yang fitur musiknya tidak sehebat seri Walkman, atau seri internet yang fitur masuk maupun kameranya kalah jauh dibanding 2 seri lainnya. Pada seri Unlimited Entertainment, Sony Ericsson membekali ponselnya dengan sejumlah fitur yang dapat dikatakan sebagai all-in-one karena baik fitur musik, pencitraan (kamera), internet maupun lain-lainnya merupakan yang terbaik.
  2. Layar yang lebar dan memiliki kemampuan layar sentuh (touchscreen). Perlu dicatat bahwa hanya Satio (sebelumnya diperkenalkan dengan nama konsep Idou) yang memiliki kemampuan full-touchscreen, sedangkan pada Aino dan Yari layar sentuh hanya berfungsi pada menu Media dan Camera-nya saja.
  3. Sistem operasi dan platform baru. Sony Ericsson Satio akan menggunakan OS Symbian S60 edisi ke-5, sama seperti yang ada pada Nokia 5800, hal ini berbeda dengan press release sebelumnya yang menyatakan bahwa Idou (Satio) akan menggunakan OS Symbian Foundation. Perubahan ini kemungkinan besar disebabkan oleh belum siapnya Symbian Foundation untuk mendukung Satio yang akan diluncurkan pada sekitar bulan Oktober atau November tahun ini. Dua ponsel lainnya, Aino dan Yari, akan menggunakan OSE (OS proprietary dari Sony Ericsson) yang menggunakan Java Platform terbaru, yaitu JP-8.5, dengan user interface yang merupakan pengembangan dari A200, yang di beberapa forum disebut-sebut sebagai A300.
  4. Tidak ada lagi penamaan menggunakan perpaduan huruf dan angka seperti pada seri lainnya semisal W910, C901, G705. Sony Ericsson memberi identifikasi berupa nama yang kemungkinan besar diambil dari nama-nama Jepang.

Berikut halaman masing-masing ponsel pada situs resmi Sony Ericsson yang berbahasa Indonesia:


Sony Ericsson Satio


Sony Ericsson Aino


Sony Ericsson Yari

Informasi lengkap mengenai ketiga ponsel di atas akan di-posting menyusul.

Sony Ericsson W995 Walkman® Phone sudah dirilis. Sony Ericsson merilis ponsel Walkman® high-end flagshipnya ini pertama kali di Taiwan pada tanggal 21 Mei yang lalu, kemudian secara serentak di beberapa negara Eropa pada tanggal 25 Mei 2009.

Di Indonesia sendiri, beberapa SESC atau retail partner SE seperti Selular Shop sudah memasang harga resmi untuk W995, yaitu Rp 5.599.000.

Namun seperti biasa, meskipun harga resmi sudah dipajang, ponselnya sendiri belum tentu tersedia pada hari pertama harga ditampilkan. Pada umumnya, sekitar seminggu kemudian ponselnya akan tersedia.

Spesifikasi lengkap Sony Ericsson W995 Walkman® Phone bisa dilhat pada situs resmi berikut: Sony Ericsson W995 Walkman® Phone Product Page.

Sambil menunggu, nikmati dulu tayangan berikut:

Customer Test #1 : Layar dan Kualitas Suara

Customer Test #2 : Fitur Kamera

Customer Test #3 : Dipadukan dengan Noise Cancelling Headphone HPM-88

Customer Test #1 : Dipadukan dengan Snap-on Speaker Stand MS410

Tanggal 3 Maret 2009 lalu, KOMPAS memuat berita mengenai ponsel S302 Snapshot dan W302 Walkman dari Sony Ericsson yang dilengkapi dengan Bahasa Sunda (Basa Sunda) dan Bahasa Jawa (Boso Jowo). Disebutkan bahwa kedua ponsel tersebut merupakan ponsel pertama dari Sony Ericsson — bahkan dari seluruh merk ponsel yang ada — yang mendukung kedua bahasa daerah tersebut.

Memang, jika kita bicara dari sudut pandang secara default atau factory setting, S302 dan W302 merupakan ponsel pertama yang memiliki kedua bahasa tersebut secara langsung pada saat kita membelinya di toko-toko atau gerai Sony Ericsson.

Tetapi, sebenarnya menjelang akhir tahun 2008 lalu, tepatnya bulan Desember tahun 2008, kedua bahasa ini sudah bisa didapatkan dengan cara melakukan update firmware — baik secara online melalui SEUS (Sony Ericsson Update Service), maupun datang langsung ke lokasi SESC (Sony Ericsson Service Center) terdekat. Ponsel pertama yang update firmware-nya memiliki kedua bahasa ini adalah T303.

Menurut pendapat saya, merupakan suatu terobosan besar dan menarik telah dilakukan dengan baik oleh Sony Ericsson Indonesia dengan menambahkan kedua bahasa daerah dengan jumlah penduduk pengguna yang merupakan dua besar di Indonesia. Pangsa pasar yang disasar dengan kedua bahasa baru ini memang kelas menengah ke bawah — terlihat dari type ponsel yang mendukung — dengan asumsi bahwa di kelas tersebut kemungkinan besar terdapat pengguna atau calon pengguna ponsel yang tidak sepenuhnya memahami bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris dengan baik.

Salut untuk Sony Ericsson Indonesia.

Berikut adalah petikan berita dari KOMPAS:

Ponsel Berbahasa Sunda dan Jawa dari Sony Ericsson

Dua jenis ponsel Sony Ericsson pertama yang menggunakan fitur Bahasa Jawa dan Sunda.

Selasa, 3 Maret 2009 | 13:42 WIB

JAKARTA, SELASA — Tak tanggung-tanggung, Sony Ericsson langsung mengisi dua seri ponselnya dengan fitur Bahasa Jawa dan Sunda untuk memanjakan penggunanya. Dua seri ponsel tersebut adalah seri W302 dan S302 yang sudah diluncurkan sejak akhir tahun 2008 lalu, tetapi kini di-upgrade dengan fitur bahasa ini.

Menurut Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia, tim Sony Ericsson memerlukan waktu satu tahun untuk mempersiapkan fitur bahasa Jawa dan Sunda sebelum akhirnya diluncurkan melalui kedua ponsel ini. Tak semua istilah diterjemahkan ke dalam bahasa daerah ini, selain tak ada padanannya, beberapa istilah yang sudah familiar, seperti bluetooth dan download dipertahankan dengan bahasa aslinya.

Untuk mempersiapkan bahasa yang benar dalam ponsel ini, seperti dikutip Warta Kota, Sony Ericsson menggandeng ahli bahasa dari UGM dan UI. Pihak Sony Ericsson mengklaim sebagai produsen ponsel pertama yang memperlengkapi ponsel-ponselnya dengan bahasa Sunda dan Jawa. Untuk ke depannya, setelah kuartal kedua 2009 ponsel-ponsel keluaran Sony Ericsson akan dilengkapi pula dengan kedua bahasa ini.

Ponsel W302 Walkman® memiliki spesifikasi Kamera 2 MP, Radio FM, TrackID™, dan Memory Stick Micro (M2) 512 MB dibanderol dengan harga Rp 1.500.000. Sementara untuk ponsel S302 Snapshot mengunggulkan Kamera 2 MP yang dilengkapi dengan memori internal 20 MB dan dukungan memori eksternal Memory Stick Micro™ (M2™), Photo Light dan Photo Fix dipasarkan dengan harga Rp 1.400.000.

Contoh tampilan Bahasa Sunda dan Jawa pada ponsel Sony Ericsson T303:

Sony Ericsson C510 menurut kabar dari SEMC Blog sudah dirilis pada tanggal 23 Februari 2009 di beberapa negara Eropa. Untuk mendapatkan handphone Cyber-shot pertama dari Sony Ericsson yang dilengkapi dengan teknologi Smile Shutter ini di Indonesia, kita masih harus menunggu sekitar 2 minggu sampai 1 bulan lagi. Mudah-mudahan pihak distributor di Indonesia bisa menyediakannya dengan lebih cepat.

Pada rilis perdana ini, C510 akan tersedia dalam 2 pilihan warna : Future Black dan Radiation Silver. Warna ketiga yang sempat bocor di internet beberapa waktu lalu — yaitu kombinasi antara warna putih dan merah — kemungkinan akan menyusul beberapa bulan kemudian.

Sambil menunggu, tak ada salahnya kita nikmati beberapa gambar dari iklan yang akan ditayangkan di internet khusus untuk C510 Cyber-shot ini.

Entah kenapa, sudah hampir 2 minggu sejak “Pengumuman” Sony Ericsson C901 Cyber-shot yang dilakukan di Norwegia, sampai show off di acara Mobile World Congress 2009 di mana Idou dan W995 diumumkan, press release secara global untuk C901 sampai sekarang belum dilakukan sama sekali oleh pihak Sony Ericsson.

Udah gw coba cek beberapa kali ke situs globalnya SE, yang ada di tanggal 10 Februari hanyalah C903. Harusnya pengumuman C901 dilakukan bersamaan dengan C903.

Setelah baca2 di esato, akhirnya berhasil juga gw dapetin press release untuk C901, tapi dalam 3 bahasa berbeda, semuanya non-Inggris : Swedia, Norwegia, dan Denmark.

Ini link dari ketiganya :
Kvalitetsbilder på ett enkelt sätt med nya Sony Ericsson C901 Cyber-shot™ (Sverige)
Sony Ericsson C901 Cyber-shot™ – kvalitetsbilder med Xenon-blits og ansiktsgjenkjennelse (Norge)
Kvalitetsbilleder på et splitsekund med Sony Ericsson C901 Cyber-shot™(Danmark)

Terjemahan pake Google Translate dari salah satu situs di atas (gw pake yang Norway) :

(more…)

Melanjutkan post yang ini : Sony Ericsson Idou: Entertainment Unlimited, sekarang gw mau kasih beberapa photo- photonya.

Yang berikut ini diambil dari Sony Ericsson Media Library:

(more…)

Akhirnya Datang Juga…

Bukan bermaksud meniru judul sebuah acara TV sih, tapi memang kalimat di atas pas banget dengan si Hikaru yang akan gw omongin di sini. Setelah sekian lama menjadi rumor di mana-mana — di internet tentunya — dengan berbagai spekulasi mulai dari desain sampai fitur sampai positioning-nya, akhirnya terjawab sudah, bahwa Hikaru adalah sebuah  ponsel dalam jajaran seri Walkman yang diberi index W995. Index dengan 2 angka “9” setelah huruf W menunjukkan bahwa Hikaru adalah ponsel Walkman high-end, dan angka “5” menunjukkan bentuknya adalah slider.

Yup, Hikaru dengan desain slider yang keren, dibalut bahan metal hampir di seluruh bagian tubuhnya, diberi pernik unik berupa “special kickstand” — yaitu dudukan untuk meletakkan Hikaru dalam posisi yang enak untuk menonton video — memang merupakan ponsel Walkman kelas atas dengan dihadirkannya kamera 8.1 Megapixel autofocus, GPS built-in, WiFi dan sederet fitur kelas atas lainnya.

Gak usah berlama-lama… ini dia Press Release-nya :

(more…)