Posts Tagged ‘Chinese Phone’

Polytron. Siapa yang tak kenal dengan nama tersebut? Sebagian besar orang Indonesia tentu mengenal Polytron sebagai merek dalam negeri yang memproduksi berbagai macam alat elektronik untuk kebutuhan rumah tangga serta perangkat audio dan video. Polytron juga terkenal dengan kualitas audionya yang bagus, tak kalah dengan merek-merek terkenal dari Korea ataupun Jepang. Dan sebagai merek lokal, Polytron tentu saja punya kelebihan lain dengan harganya yang lebih murah daripada merek-merek luar. Bahkan di tengah gempuran produk-produk buatan China, Polytron pun tetap mampu bertahan selama lebih dari 30 tahun berkiprah dalam industri elektronik dalam negeri.

(more…)

Sudah bukan rahasia lagi kalau China seringkali membuat tiruan dari berbagai macam produk, mulai dari pakaian, handphone, sampai mobil. Biasanya yang ditiru adalah produk dari merek terkenal, dengan bentuk luar yang sama persis, lengkap dengan logo mereknya.

Jika Anda berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan handphone paling terkenal di Jakarta, ITC Roxy Mas, Anda pasti akan menemui beberapa handphone yang sangat mirip dengan Blackberry dari berbagai type, bahkan mereknya pun tertulis sebagai “Blackberry” dengan logo dan font yang sama persis dengan produk aslinya. Hanya saja tiruan atau biasa disebut “replika” tersebut memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan produk asli yang ditiru, yaitu “dual SIM card”, atau ada analog TV Tuner-nya. Jangan harap fiturnya akan sama persis dengan aslinya, karena yang ditiru kebanyakan hanya bentuk luarnya saja. Demikian juga merek-merek lain seperti Nokia, Sony Ericsson, dan lain-lain, banyak ditemui replikanya dengan bentuk yang sama persis, hampir sama, atau berbeda bentuk tetapi mereknya dibikin sangat mirip.

(more…)

Pelopor ataupun bukan, yang jelas handphone-handphone dengan Dual SIM Card (2 ON) sangat identik dengan buatan China, atau merk “lokal” kalau di Indonesia. Dual SIM Card memang menjadi salah satu ciri khas handphone buatan China, selain tentunya desain yang “mirip” dengan merk lain yang lebih terkenal, dan terutama dalam beberapa tahun terakhir ini desainnya kebanyakan ber-QWERTY mirip Blackberry. Meskipun mirip Blackberry, selalu ada kelebihan lainnya dari handphone China tersebut, yaitu touchscreen.

Seiring dengan berjalannya waktu, China pun mulai memproduksi handphone Triple SIM Card dengan 3 kartu yang dapat aktif secara bersamaan. Ada yang GSM semua, kombinasi antara GSM dan CDMA, ataupun hybrid: 1 slot bisa GSM atau CDMA.

(more…)

Handphone China. Mendengar kalimat tersebut reaksi orang bisa beragam: ada TV-nya, dual SIM Card, touchscreen, desain meniru merk terkenal, dan yang lagi trend adalah desain QWERTY yang lebih populer dengan Blackberry-look-alike. Memang begitulah handphone buatan China. Beberapa hal di atas adalah ciri khas mereka.

Tapi selain sering meniru bentuk atau desain merk terkenal, handphone buatan China juga sering menghadirkan fitur-fitur unik dan jarang didapat dari merk lainnya. Sebagai contoh nyata yang jelas adalah TV analog. Sebagian besar handphone China dilengkapi dengan fasilitas tersebut, juga dual network yang memungkinkan satu handphone dipasangi oleh dua SIM Card yang keduanya bisa aktif secara bersamaan. Merk terkenal sangat jarang merilis handphone seperti ini.

(more…)

Benar2 di luar dugaan, meskipun blog ini sebenarnya didedikasikan khusus untuk Sony Ericsson, tapi pada saat aku post tentang Serbuan Handphone-handphone Buatan China ke Pasar Indonesia, respon yang kudapat sangat banyak, bahkan post tersebut menjadi top post dengan view dan comment terbanyak sampai saat ini. Terima kasih buat teman2 dan para pembaca blog yang sudah menjadikan post tersebut sebagai bahan diskusi juga.

Post di atas sengaja aku edit dengan menambahkan “Bagian 1” pada judulnya karena aku akan melanjutkan cerita tentang handphone2 China tersebut pada post ini yang judulnya tetap sama tetapi dijadikan sebagai “Bagian 2”.

Sudah hampir 10 bulan berlalu sejak post Bagian 1, dan selama itu sudah terjadi banyak hal sehubungan dengan handphone2 China tersebut.

Semakin banyak merk yang beredar di Indonesia, semakin banyak pula type yang tersedia dengan desain dan fitur yang sangat beragam.

Merk2 berikut sempat di-sebut2 pada post di Bagian 1: Beyond, CECT, Coolpad, Daxian, D-One, EastCom, Haier, HiSense, Hi-Tech, Huawei, Konka, KOZI, K-Touch, MICXON, MITO, My G, NewGen, Nexian, StarTech, TAXCO, WOW, ZTC, ZTE, Altone, dan Anycall. Ada juga merk2 yang meniru bunyi merk terkenal seperti NCKIA dan NOKLA.

Dari komentar2 yang masuk di post Bagian 1, ada di-sebut2 merk2 seperti Anycool, mp4 (merk yang aneh), IMO, Titan, Prince, Z95 (ini merk atau type ya?), Leady, Cross, dan G Phone.

Sekarang ini, hampir di setiap mall atau pusat perbelanjaan yang terdapat toko2 handphone — misalnya di ITC Roxi Mas, ITC Kuningan, dll. — rata2 sudah ada toko atau booth khusus untuk handphone2 merk China tersebut. Biasanya merk yang sudah mempunyai toko resmi adalah merk yang sudah memiliki distributor dan service center resmi di Indonesia, tapi merk2 yang hanya punya booth khusus belum tentu sudah memiliki jaringan pelayanan purna jual yang bagus.

Majalah2 yang khusus membahas tentang teknologi selular — seperti T&t, Selular, Handphone (HP), dll. — sekarang pun selalu dipenuhi dengan iklan dan artikel tentang handphone2 China tersebut. Bahkan dari majalah2 inilah muncul istilah yang menurutku “salah kaprah” karena merk2 tersebut disebut sebagai “Ponsel Lokal” atau “Merk Lokal”. Hmmm… lokal dari mana yah? Padahal kan jelas2 kalau merk2 tersebut adalah buatan China yang dipasarkan di Indonesia, bukan diproduksi oleh Indonesia, kenapa kok tiba2 bisa disebut ponsel lokal? Tapi begitulah peran media, menyebarkan istilah yang bisa menjadi sangat populer di masyarakat.

Beberapa merk lain yang sempat aku temukan di majalah2 adalah : eTouch, Ti-Phone, Cross, Kanselir, Asiafone, Spirit, Maxtron, ViTell, G-Von, GStar, MG Com, Tiger, Lexus, Swahoo, dan Virtu-V. Mungkin yang lain ada yang mau menambahkan?

Mengenai fitur, merk2 China tersebut masih tetap mengandalkan TV Analog dan Dual Network atau Dual SIM Card, baik GSM-GSM maupun GSM-CDMA. Ponsel TV kebanyakan mengusung fitur touchscreen dengan layar super lebar, rata2 sekitar 3 inchi atau lebih.

Selain dual sim card, fitur terbaru yang ditawarkan akhir2 ini adalah 3-in-1 alias 3 SIM Card sekaligus di dalam 1 handphone, semuanya dalam kombinasi 2 GSM dan 1 CDMA. Merk dan type yang tersedia untuk 3-in-1 ini masih sangat terbatas, tapi tidak menutup kemungkinan akan menjadi tren baru di tahun 2009 mendatang.

Fitur kamera juga semakin berkembang dengan dirilisnya beberapa type yang menawarkan resolusi kamera sampai dengan 8 Megapixel, hampir semuanya dengan jenis lensa CCD, autofucus, flash, bahkan optical zoom. Tampilannya pun sangat mirip dengan kamera digital.

Berminat? Silakan dipikirkan dan dicoba sendiri ya…

Selamat tahun baru 2009 untuk semuanya..