Posts Tagged ‘Clamshell’

Handphone-handphone yang diproduksi oleh perusahaan Jepang dan hanya diedarkan di Jepang seringkali memiliki teknologi yang jauh lebih maju daripada handphone-handphone yang beredar di luar Jepang, bahkan bila dibandingkan dengan produk untuk Amerika atau Eropa sekalipun. Kondisi seperti ini kerap kali menimbulkan rasa “iri” pada beberapa pecinta gadget di luar Jepang. Beberapa orang bahkan rela merogoh kocek dalam jumlah yang tidak sedikit untuk mendatangkan handphone dari Jepang, namun apa daya handphone yang asalnya super canggih di Jepang menjadi handphone yang sangat basic ketika digunakan di luar Jepang.
(more…)

Advertisements

Hampir semua pemain besar dalam teknologi selular dan komputer sudah memiliki produk tablet dalam portfolionya, baik yang sudah ada di pasaran maupun yang baru saja mengumumkan produknya dan akan dipasarkan mulai kuartal kedua tahun ini, kecuali Sony dan Sony Ericsson.

Sebelumnya pernah beredar rumor tentang sebuah tablet Android berukuran 5,5 inci dari Sony Ericsson, tapi sampai sekarang rumor tersebut belum menjadi kenyataan, meskipun tanda-tanda ke arah itu pernah dikonfirmasi secara tidak langsung oleh pihak Sony yang kemudian justru dibantah oleh salah seorang petinggi Sony Ericsson di Eropa.

Tampaknya “konfirmasi” yang pernah dinyatakan oleh Sony memang benar adanya, hanya saja yang akan merilis produk tablet ternyata bukan Sony Ericsson, melainkan dari pihak Sony sendiri. Menurut informasi yang beredar, team dari Sony Ericsson memang dilibatkan juga oleh pihak Sony dalam pengembangan produk-produk tablet tersebut, kemungkinan besar karena sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam OS Android.

(more…)

Sony Ericsson URBANO MOND merupakan salah satu handphone dalam koleksi 2010 Winter Collection au KDDI, khusus untuk pasar Jepang. Masih tetap berdesain clamshell seperti pendahulunya, Sony Ericsson URBANO BARONE, URBANO MOND memiliki fitur antara lain Global Passport, layar berteknologi Bravia dengan ukuran 3,2 inci dan resolusi 480×854 pixel, 8 Megapixel CMOS kamera, dan tersedia dalam 4 pilihan warna: biru, coklat, pink dan silver.

Seperti halnya produk lain yang dirilis melalui operator au KDDI, URBANO MOND beroperasi di jaringan CDMA khusus Jepang, dengan kemampuan bermigrasi secara otomatis ke jaringan GSM dalam wilayah roaming internasional yang bekerja sama dengan operator au KDDI. Belum diketahui negara mana saja yang sudah memiliki jaringan kerjasama dengan au KDDI.

(more…)

Ini adalah post dengan judul terpanjang yang pernah kubuat. Judulnya jadi panjang karena ada sub-judul yang aku rasa perlu dicantumkan. Keduanya saling berkaitan.

Tulisan ini bermula dari kekecewaan besar terhadap apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini. Sebuah rumor yang menyesatkan, yang membuat aku merasa telah dibodohi dan ditipu, dan bahkan aku merasa telah membodohi dan menipu pembaca blog ini tanpa aku sengaja.

Sebuah rumor yang bahkan “diamini” oleh situs-situs yang cukup besar dan terkenal semacam gsmarena atau engadget, juga JUSTAMP Blog.

Pangeran Gagah

Pada rumor terdahulu, Jalou dikabarkan akan menjadi sebuah handphone berbasis Symbian S60 kedua dari Sony Ericsson dengan spesifikasi yang cukup menggiurkan: hampir sama dengan Satio tetapi berkamera 5 megapixel. Ilustrasi mengenai desain Jalou (kalau dibaca sebagai Jalu, dalam bahasa daerah Sunda ini berarti Jantan), meskipun berasal dari sebuah konsep, terkesan gagah dan garang. Sangat menjanjikan. Apalagi di saat Sony Ericsson mengalami krisis, Jalou dalam versi “impian” dipercaya bisa menjadi salah satu penyelamat dari kehancuran, di samping Satio, Aino, Rachael, dan Yari tentunya.

Perempuan Buruk Rupa

Namun apa yang terjadi dalam kenyataan? Ternyata si Pangeran Gagah bernama Jalou dalam impian pada kenyataannya sangat jauh berbeda, karena telah “dikutuk” menjadi seorang perempuan buruk rupa. Selain buruk rupa, si perempuan ini ternyata juga sangat jauh derajatnya dengan si Pangeran Gagah dalam impian.

Masih ingat kan dengan post ini: Bao: Kuharap Kau Tak Pernah Ada? Itulah wujud asli dari si pangeran impian sekarang: sebuah handphone clamshell yang dulu bernama Bao, yang saking buruknya kuharapkan tak akan pernah ada dalam sejarah Sony Ericsson. Si perempuan buruk rupa bernama Bao ini sekarang telah berganti nama menjadi Jalou, sebuah nama yang sangat tidak tepat.

Jalou sekarang telah berubah menjadi sebuah handphone yang oleh Sony Ericsson diposisikan sebagai fashion phone, tetapi menurutku adalah fashion phone salah kaprah!

Kenapa salah kaprah? Memangnya fashion harus selalu identik dengan clamshell yang memiliki tampilan bling bling berbentuk seperti tempat bedak dan layarnya bisa jadi cermin untuk berdandan, tanpa peduli fiturnya seadanya atau begitu-begitu saja?

Lihatlah Blackberry. Dari bentuk fisiknya, tak akan ada yang bilang itu termasuk fashion phone. Tapi berani bertaruh – terutama di Indonesia – sebagian besar pemakai Blackberry adalah kaum hawa alias wanita, golongan yang dijadikan target pasar Jalou oleh Sony Ericsson. Kata kuncinya adalah fitur, fitur dan fitur.

Handphone kotak bedak is so yesterday, honey. Apalagi desain berbentuk prisma itu udah lebih dari setahun yang lalu dibikin oleh Nokia, saingan terbesarmu Sony Ericsson. Lihatlah Samsung, lihatlah LG. Inovasilah yang membawa mereka menjadi peringkat 2 dan 3 secara global di bawah Nokia.

Sony Ericsson mungkin bisa berkilah kalau mereka masih punya andalan Satio, yang merupakan handphone GSM berkamera 12 megapixel pertama yang “diumumkan”. Ya, hanya diumumkan. Karena, seperti kejadian sejak K850, hampir dipastikan bukan menjadi yang pertama kali dirilis. Samsung sudah bersiap untuk segera merilis handphone kamera 12 megapixel pertamanya. Dan Sony Ericsson seperti biasa akan tetap tertinggal dari Samsung, bahkan LG. Kehancuranmu sudah di depan mata, tapi kau tetap tidak mau belajar dari pengalaman. Tak heran jika banyak yang akan segera meninggalkanmu dan beralih pada merk lain yang bisa memberikan lebih dari sekedar handphone copy-paste dan tanpa inovasi.

Rasanya nama blog ini pun suatu saat harus diganti.

Tumben nih, baru aja diumumkan dan belum dirilis untuk dijual, bersamaan dengan press release untuk Jalou, Sony Ericsson juga mengumumkan edisi khusus dari handphone ini, yaitu edisi Dolce&Gabbana.

Dolce&Gabbana design special edition Jalou for Sony Ericsson

12 August 2009

Get noticed with the limited edition Jalou by Dolce&Gabbana. The stunning rose coloured mobile phone, with real 24 carat gold plating, is an exclusive Dolce&Gabbana handset that will be available in select markets from Q4 2009.

London, UK – August 12, 2009: Jalou by Dolce&Gabbana is a special limited edition clamshell handset, exuding style and substance both inside and out. The Dolce & Gabbana branded style statement has a beautifully facet cut jewel form and is only 73mm long – shorter than your favourite lipstick, it is easy to slip into the tiniest clutch or jacket pocket and is full of essential features.

Jalou by Dolce&Gabbana comes complete with exclusive packaging and accessories – three silky rose satin bags to either protect the phone, store the charger, or to even carry jewellery. But that’s not all – it also comes with a special Dolce & Gabbana branded headset with gold accents to keep you connected in style.

(more…)

Lagi males buat tulisan pendahuluan, langsung copy paste dari Sony Ericsson Press Room aja ya…

Communicate in style with Jalou, the irresistable compact fashion phone from Sony Ericsson

12 August 2009

Share life in exquisite style with Sony Ericsson’s new fashion mobile phone, Jalou. Packed with unique features and encased in a beautiful facet-cut jewel form, it is a stylish addition to any handbag. Jalou will be available in selected markets Q4 2009

London, UK – August 12, 2009: Beautiful inside and out, Jalou exudes style as well as substance for the ultimate in chic communication. Sony Ericsson’s latest style statement is only 73mm long – shorter than your favourite lipstick, it is easy to slip into the tiniest clutch or jacket pocket and is full of essential features. Never mind a signature necklace or oversized shades; Jalou is the perfect accessory.

Known for its expertise in design and technology, Sony Ericsson explored art, architecture and furniture trends whilst delving deep into the couture and fashion world to ensure Jalou encapsulates some of the hottest fashion trends which will emerge next year.

“Structured forms, intricate corners, hidden depths and jewel accents are set to be some of the hottest fashion trends in 2010. You can also expect to see deep and natural jewel colours on the runway next year. Jalou reflects these trends with its delicate facet-cut diamond shape design, clean and expressive lines and variety of different shine and matt finishes, that give depth to the handset,” comments Charles Hunt, Jalou head designer at Sony Ericsson. “The design team wanted the handset to reflect beauty found in nature. They looked at structure, strength and form in various crystalline jewels, which resulted in the unique shape.”

(more…)

Lebih dari setahun yang lalu, tepatnya pada bulan Januari tahun 2008, aku pernah membuat tulisan tentang Seri “W” (Walkman), Seri “K”, Seri “S”, dan Seri “T”. Pada bulan itu juga aku membuat draft untuk seri lainnya yang saat itu masih dipakai sebagai penamaan untuk type handphone oleh Sony Ericsson, yaitu Seri Z, dulu dikenal sebagai seri khusus untuk handphone berbentuk clamshell. Entah kenapa, draft tersebut terlupakan, dan terabaikan, sampai akhirnya Sony Ericsson pun mengakhiri penamaan handphone-nya dengan seri Z tersebut.

Untuk mengenang seri Z yang sekarang telah tiada, maka aku putuskan untuk meneruskan draft terdahulu.

Seri Z dalam jajaran handphone Sony Ericsson diberikan khusus untuk handphone-handphone yang memiliki form factor clamshell atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut “cangkang kerang”. Kenapa Z? Clamshell dalam bahasa Swedia disebut sebagai Ze Bobber. Ya, Swedia adalah negara tempat Ericsson lahir dan berada, dan Ericsson adalah anggota dari perusahaan joint venture pembentuk Sony Ericsson.

Pada masa Ericsson, perusahaan ini belum pernah memproduksi handphone berbentuk clamshell yang berupa flip-up (tutup dibuka ke atas), melainkan hanya dalam bentuk flip-down (tutup dibuka ke bawah).

Bentuk handphone clamshell yang ada sekarang “diwariskan” dari Sony seperti yang terdapat pada produk awal Sony seri C seperti C404S atau C406S.

(more…)