Posts Tagged ‘Fashion Phone’

Menurut informasi yang saya terima, versi Dolce & Gabbana dari Sony Ericsson Jalou kemungkinan besar tidak akan dijual secara resmi di Indonesia.

Di United Kingdom, negara di mana kantor pusat Sony Ericsson berada, situs toko retail resmi ony Ericsson telah menjual handphone ini dengan harga 400 poundsterling atau kalau dirupiahkan menjadi sekitar Rp 6.2 juta.

Harga ini sedikit lebih murah sedikit daripada harga handphone Sony Ericsson termahal saat ini, Satio, yang dipasarkan seharga Rp 7 juta, tapi jauh lebih mahal dari Jalou versi biasa yang hanya dihargai sekitar Rp 2 jutaan saja.

Jalou versi Dolce & Gabbana ini dijual lebih mahal karena didesain secara khusus oleh perancang ternama Dolce & Gabbana dengan bahan khusus dan juga tambahan beberapa aksesoris khusus di dalam paket penjualannya.

Berminat? Tampaknya harus pesan dari luar negeri ya…

Advertisements

Sony Ericsson Xperia Pureness (Kiki) adalah sebuah fashion phone kelas premium dari Sony Ericsson. Handphone ini masuk ke dalam seri Xperia meskipun bukan merupakan smartphone seperti seri Xperia lainnya, tetapi karena memang seri Xperia dibuat oleh Sony Ericsson untuk jajaran handphone kelas premium.

Apa yang membuat Pureness bisa disebut sebagai hape kelas premium? Tentu saja karena handphone ini adalah yang pertama di dunia yang memiliki layar transparan atau tembus pandang.

MobileBurn (www.mobileburn.com) adalah situs pertama yang menayangkan video unboxing dan demonstrasi dari Xperia Pureness ini.

Berminat? Siapkan kocek senilai 8-10 juta. Itupun kalau masuk ke Indonesia.

Jalou… nama yang aneh untuk sebuah handphone. Tapi jangan salah, ini handphone fashion lho! Bukan sekedar handphone fashion biasa, karena konon didesain sedemikian rupa dengan ide dasar dari bentuk, struktur, sudut-sudut dan kedalaman permata! Wow!

Tapi entahlah, apa karena aku bukan penggemar sesuatu yang berbau fashion seperti itu atau karena memang demikianlah adanya, menurutku tetap saja tidak ada sesuatu yang indah dari si Jalou. Well, mudah-mudahan para cewek akan menyukai Jalou, karena memang gender inilah sasaran utama yang dituju oleh Sony Ericsson dengan dibuat dan dirilisnya Jalou.

Menurut kabar yang kudengar, Jalou sudah ada dijual di Indonesia dengan harga sekitar 2 jutaan. Harga ini termasuk cukup murah untuk sebuah handphone fashion seperti Jalou. Tentu saja karena yang dijual di Indonesia hanya yang versi biasa, bukan edisi spesial yang dirancang secara khusus oleh perancang ternama Dolce & Gabbana.

Nampaknya Indonesia hanya akan kebagian versi biasa dari Jalou, belum ada kabar sedikitpun tentang apakah versi Dolce & Gabbana akan bisa didapat di sini. Kalaupun nantinya ada tentunya harganya akan sangat mahal karena menggunakan bahan khusus dan juga beberapa bagian menggunakan emas 24 karat!

Sementara ini nikmati saja dulu video promosi dari Jalou yang juga dibuat khusus oleh Dolce & Gabbana sendiri.

Oya, sekedar informasi, Sony Ericsson Jalou (versi biasa) sudah tersedia di SE Retail Store atau toko-toko handphone dengan harga Rp. 2.299.000.

Ini adalah post dengan judul terpanjang yang pernah kubuat. Judulnya jadi panjang karena ada sub-judul yang aku rasa perlu dicantumkan. Keduanya saling berkaitan.

Tulisan ini bermula dari kekecewaan besar terhadap apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini. Sebuah rumor yang menyesatkan, yang membuat aku merasa telah dibodohi dan ditipu, dan bahkan aku merasa telah membodohi dan menipu pembaca blog ini tanpa aku sengaja.

Sebuah rumor yang bahkan “diamini” oleh situs-situs yang cukup besar dan terkenal semacam gsmarena atau engadget, juga JUSTAMP Blog.

Pangeran Gagah

Pada rumor terdahulu, Jalou dikabarkan akan menjadi sebuah handphone berbasis Symbian S60 kedua dari Sony Ericsson dengan spesifikasi yang cukup menggiurkan: hampir sama dengan Satio tetapi berkamera 5 megapixel. Ilustrasi mengenai desain Jalou (kalau dibaca sebagai Jalu, dalam bahasa daerah Sunda ini berarti Jantan), meskipun berasal dari sebuah konsep, terkesan gagah dan garang. Sangat menjanjikan. Apalagi di saat Sony Ericsson mengalami krisis, Jalou dalam versi “impian” dipercaya bisa menjadi salah satu penyelamat dari kehancuran, di samping Satio, Aino, Rachael, dan Yari tentunya.

Perempuan Buruk Rupa

Namun apa yang terjadi dalam kenyataan? Ternyata si Pangeran Gagah bernama Jalou dalam impian pada kenyataannya sangat jauh berbeda, karena telah “dikutuk” menjadi seorang perempuan buruk rupa. Selain buruk rupa, si perempuan ini ternyata juga sangat jauh derajatnya dengan si Pangeran Gagah dalam impian.

Masih ingat kan dengan post ini: Bao: Kuharap Kau Tak Pernah Ada? Itulah wujud asli dari si pangeran impian sekarang: sebuah handphone clamshell yang dulu bernama Bao, yang saking buruknya kuharapkan tak akan pernah ada dalam sejarah Sony Ericsson. Si perempuan buruk rupa bernama Bao ini sekarang telah berganti nama menjadi Jalou, sebuah nama yang sangat tidak tepat.

Jalou sekarang telah berubah menjadi sebuah handphone yang oleh Sony Ericsson diposisikan sebagai fashion phone, tetapi menurutku adalah fashion phone salah kaprah!

Kenapa salah kaprah? Memangnya fashion harus selalu identik dengan clamshell yang memiliki tampilan bling bling berbentuk seperti tempat bedak dan layarnya bisa jadi cermin untuk berdandan, tanpa peduli fiturnya seadanya atau begitu-begitu saja?

Lihatlah Blackberry. Dari bentuk fisiknya, tak akan ada yang bilang itu termasuk fashion phone. Tapi berani bertaruh – terutama di Indonesia – sebagian besar pemakai Blackberry adalah kaum hawa alias wanita, golongan yang dijadikan target pasar Jalou oleh Sony Ericsson. Kata kuncinya adalah fitur, fitur dan fitur.

Handphone kotak bedak is so yesterday, honey. Apalagi desain berbentuk prisma itu udah lebih dari setahun yang lalu dibikin oleh Nokia, saingan terbesarmu Sony Ericsson. Lihatlah Samsung, lihatlah LG. Inovasilah yang membawa mereka menjadi peringkat 2 dan 3 secara global di bawah Nokia.

Sony Ericsson mungkin bisa berkilah kalau mereka masih punya andalan Satio, yang merupakan handphone GSM berkamera 12 megapixel pertama yang “diumumkan”. Ya, hanya diumumkan. Karena, seperti kejadian sejak K850, hampir dipastikan bukan menjadi yang pertama kali dirilis. Samsung sudah bersiap untuk segera merilis handphone kamera 12 megapixel pertamanya. Dan Sony Ericsson seperti biasa akan tetap tertinggal dari Samsung, bahkan LG. Kehancuranmu sudah di depan mata, tapi kau tetap tidak mau belajar dari pengalaman. Tak heran jika banyak yang akan segera meninggalkanmu dan beralih pada merk lain yang bisa memberikan lebih dari sekedar handphone copy-paste dan tanpa inovasi.

Rasanya nama blog ini pun suatu saat harus diganti.

Tumben nih, baru aja diumumkan dan belum dirilis untuk dijual, bersamaan dengan press release untuk Jalou, Sony Ericsson juga mengumumkan edisi khusus dari handphone ini, yaitu edisi Dolce&Gabbana.

Dolce&Gabbana design special edition Jalou for Sony Ericsson

12 August 2009

Get noticed with the limited edition Jalou by Dolce&Gabbana. The stunning rose coloured mobile phone, with real 24 carat gold plating, is an exclusive Dolce&Gabbana handset that will be available in select markets from Q4 2009.

London, UK – August 12, 2009: Jalou by Dolce&Gabbana is a special limited edition clamshell handset, exuding style and substance both inside and out. The Dolce & Gabbana branded style statement has a beautifully facet cut jewel form and is only 73mm long – shorter than your favourite lipstick, it is easy to slip into the tiniest clutch or jacket pocket and is full of essential features.

Jalou by Dolce&Gabbana comes complete with exclusive packaging and accessories – three silky rose satin bags to either protect the phone, store the charger, or to even carry jewellery. But that’s not all – it also comes with a special Dolce & Gabbana branded headset with gold accents to keep you connected in style.

(more…)

Lagi males buat tulisan pendahuluan, langsung copy paste dari Sony Ericsson Press Room aja ya…

Communicate in style with Jalou, the irresistable compact fashion phone from Sony Ericsson

12 August 2009

Share life in exquisite style with Sony Ericsson’s new fashion mobile phone, Jalou. Packed with unique features and encased in a beautiful facet-cut jewel form, it is a stylish addition to any handbag. Jalou will be available in selected markets Q4 2009

London, UK – August 12, 2009: Beautiful inside and out, Jalou exudes style as well as substance for the ultimate in chic communication. Sony Ericsson’s latest style statement is only 73mm long – shorter than your favourite lipstick, it is easy to slip into the tiniest clutch or jacket pocket and is full of essential features. Never mind a signature necklace or oversized shades; Jalou is the perfect accessory.

Known for its expertise in design and technology, Sony Ericsson explored art, architecture and furniture trends whilst delving deep into the couture and fashion world to ensure Jalou encapsulates some of the hottest fashion trends which will emerge next year.

“Structured forms, intricate corners, hidden depths and jewel accents are set to be some of the hottest fashion trends in 2010. You can also expect to see deep and natural jewel colours on the runway next year. Jalou reflects these trends with its delicate facet-cut diamond shape design, clean and expressive lines and variety of different shine and matt finishes, that give depth to the handset,” comments Charles Hunt, Jalou head designer at Sony Ericsson. “The design team wanted the handset to reflect beauty found in nature. They looked at structure, strength and form in various crystalline jewels, which resulted in the unique shape.”

(more…)

Kemarin Sony Ericsson mengumumkan satu lagi ponsel teranyarnya: T715. Melihat index-nya, apalagi setelah melihat photo-photonya, udah kebayang deh isinya seperti apa. Yang pasti gak ada hal baru yang menarik yang ditawarkan ponsel ini.

Huruf T jelas menunjukkan posisinya sebagai ponsel fashion. Angka 7 berarti middle-end alias kategori kelas menengah: gak canggih-canggih banget, tapi juga gak bego-bego amat. Angka 5 di belakang menunjukkan bentuknya yang slider. Yup, lagi-lagi slider. Kayanya akhir2 ini SE lagi demen sama slider ya. Banyak banget ponselnya yang slider sekarang.

Perhatikan ponsel-ponsel Sony Ericsson berikut ini yang sudah tersedia di toko-toko: W595, G705, dan W705. Semuanya slider, kelas menengah, desain dan fiturnya pun gak terlalu jauh beda antara satu dengan yang lainnya. Demikian pula T715. Desainnya merupakan gabungan ketiga ponsel tersebut, terutama sekali W595s. Fiturnya pun demikian, hampir sama persis kecuali penambahan sedikit hal baru yang tidak terlalu penting.

Kalau bicara tentang ponsel fashion tentu tak bisa lepas dari desain. Ya, T715 ini memang didesain agar tampil cantik dan menarik. Sasaran utamanya siapa lagi kalau bukan para wanita kelas menengah yang suka tampil gaya. Fitur nomor dua lah. Buat internetan lumayan juga kok, udah HSDPA 7.2 Mbps (sayangnya operator di Indonesia gak ada yang mendukung sampai maksimal kemampuan HSDPA-nya, mentok di 3G doang kayanya). Kamera? 3.2 Megapixel udah cukup lah, autofocus gak penting, asalkan bisa snapshot udah cukup. Masih untung dikasih lampu LED flash agar sedikit membantu di tempat gelap.

Hal baru yang ditawarkan oleh T715 adalah fitur Smart Desktop yang dilengkapi dengan animated birthday reminders dan global events.

Simak aja press release dan spesifikasinya.

(more…)