Posts Tagged ‘Music’

Tanpa gembar-gembor, tanpa mengadakan press release seperti biasanya, diam-diam Sony Ericsson ternyata telah menghadirkan sebuah smartphone baru beberapa hari yang lalu. Untuk pertama kalinya, seri Walkman™ dihadirkan dengan menggunakan sistem operasi yang saat ini sedang naik daun, yaitu Android™. Ya, Sony Ericsson W8 Walkman™ phone adalah seri Walkman™ pertama dari Sony Ericsson yang mengusung sistem operasi besutan Google tersebut.

Sebenarnya rumor mengenai keberadaan seri Walkman™ dengan OS Android sudah beredar sejak beberapa waktu yang lalu. Hanya saja, hadirnya W8 sedikit meleset dari harapan dan perkiraan banyak kalangan karena rumor sebelumnya memprediksi yang akan hadir lebih dulu adalah seri high-end dengan spesifikasi tinggi. Menilik spesifikasinya, W8 Walkman™ merupakan smartphone untuk kelas menengah ke bawah. Lebih tepatnya lagi, W8 Walkman™ adalah penjelmaan lain dari Xperia X8 yang sudah lebih dulu beredar, bisa dilihat dari desain dan spesifikasi antara keduanya yang memiliki banyak kesamaan, kecuali dalam hal warna dan keberadaan Walkman™ Player pada W8, serta headset yang disertakan pada paket penjualan W8 Walkman™ nantinya.

Bagaimana wujud dan spesifikasi Sony Ericsson W8 Walkman™ phone tersebut? Simak lebih jauh di bawah ini.

(more…)

Advertisements

Dengan sangat menyesal kepada para pecinta seri Walkman dari Sony Ericsson yang sempat memiliki harapan besar setelah membaca informasi mengenai akan munculnya Walkman Android kelas atas yang dijuluki dengan “A Smarter Walkman Phone”, saya sampaikan ralat bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias palsu.

Sebelumnya, diberitakan di sini bahwa menurut Android Community Sony Ericsson sedang mempersiapkan sebuah seri Walkman kelas atas yang menggunakan sistem operasi Android. Bahkan disebutkan pula bahwa poster iklan untuk ponsel tersebut sudah dipersiapkan dengan mengusung tagline “A Smarter Walkman Phone” seperti gambar di bawah ini.

(more…)

Kangen dengan handphone Walkman™ yang berkualitas dari Sony Ericsson? Bisa jadi kondisi ini dialami oleh para penggemar seri Walkman™ dari Sony Ericsson. Seri Walkman™ terakhir yang dirilis oleh Sony Ericsson adalah Yendo yang mulai beredar sekitar bulan Oktober 2010 yang lalu. Tapi Yendo adalah Walkman™ kelas menengah ke bawah yang hanya dibekali dengan OS proprietary Sony Ericsson yang berupa enhanced-A200 platform, platform A200 yang dimodifikasi sehingga dapat berfungsi pada hardware layar sentuh secara penuh (full touchscreen).

(more…)

Ada apa di tanggal 21 September 2009?

Sony Ericsson merilis mini site (situs mini) Put Your Ears In Control khusus untuk mengundang para peminat untuk menyaksikan secara langsung melalui webcast inovasi terbaru dalam bidang musik.

Di situs ini Sony Ericsson menyebutkan bahwa pada tanggal tersebut akan diperkenalkan terobosan baru yang akan mengubah secara total cara kita mendengarkan/menikmati musik.

Berupa apakah inovasi musik tersebut? Apakah berupa headset model terbaru? Ataukah produk baru yang inovatif dari seri Walkman™ Phone?

Buat yang penasaran, kalian bisa daftar di sini untuk mendapatkan username dan password agar bisa menyaksikan dan berinteraksi secara langsung melalui webcast pada saat produk baru ini diperkenalkan.

Webcast akan berlangsung secara live dari London pada tanggal 21 September 2009 jam 11:00 -11.30 waktu setempat (GMT +1) atau jam 17:00 – 17:30 WIB.

Waktu pergi ke Singapore beberapa hari yang lalu, setelah makan malam di restaurant hotel aku jalan-jalan di sepanjang Orchard Road dan mampir ke sebuah toko buku dan musik bernama Borders. Tokonya termasuk sangat besar dan komplit. Yang dijual bukan hanya buku tetapi ada juga film-film dalam bentuk DVD dan musik dalam bentuk audio CD. Kebetulan lagi ada program sale atau diskon yang lumayan besar untuk beberapa produk buku, musik dan film.

Aku coba lihat ke bagian musik, ternyata banyak juga yang didiskon 25% dan perhatianku tertuju pada sebuah CD dari Charles Mingus yang belum pernah kulihat. Charles Mingus adalah seorang musisi jazz yang punya spesialisasi sebagai bass player yang cukup terkenal. Selain mengeluarkan album dengan namanya sendiri, Mingus juga sering membentuk kelompok ensemble/big band atau orchestra bersama beberapa musisi terkenal lainnya.

CD yang aku temui di toko Borders tersebut berjudul Charles Mingus: Music Written for Monterey, 1965 Not Heard…Played Live in Its Entirety at UCLA dan memiliki cover album seperti gambar di bawah ini.

Album tersebut terdiri dari 2 keping CD dengan total track sebanyak 19 buah. Dari 19 track tersebut, 8 buah track berupa speech (termasuk 1 opening speech di awal CD pertama). Sesuai dengan judulnya, album ini memang murni rekaman dari seluruh live performance, bahkan termasuk speech pada jeda antara satu komposisi dengan komposisi berikutnya.

Album Charles Mingus yang baru ini telah menambah koleksi album Mingus dan juga secara otomatis menambah jumlah koleksi seluruh album jazz yang aku miliki.

Sekarang saatnya menikmati komposisi Mingus… sampai jumpa.

Rileks dulu ah…

Bosan gak sih lama-lama ngomongin soal handphone atau ponsel melulu? So sekali-sekali kita bersantai dengan ngomongin tentang musik. Kalau tentang musik, di blog ini gak akan jauh-jauh dari musik jazz.

Sesuai judul, kali ini aku mau bikin tulisan tentang para penyanyi pop atau jenis musik lain yang bukan jazz tapi pernah mengeluarkan album yang berisi lagu-lagu jazz standard, baik itu benar-benar jazz (biasanya swing atau big band) ataupun dibuat dengan agak ngepop, mungkin untuk memperluas target pasar.

Apa itu Jazz Standard? Sebenarnya gak ada definisi resmi mengenai apa itu jazz standard, tapi secara umum bisa dikatakan sebagai lagu-lagu yang banyak dinyanyikan atau dimainkan oleh para musisi jazz dan dikenal secara luas di kalangan para musisi dan pencinta musik jazz, baik secara pertunjukan ataupun rekaman. Tidak ada juga daftar pasti lagu-lagu apa saja yang termasuk jazz standard, karena daftar inipun bisa berubah seiring dengan waktu.

Ada sebuah fakta yang cukup menarik di mana tidak semua lagu-lagu yang biasa dikatakan sebagai jazz standard ditulis oleh musisi jazz, tapi banyak yang berasal dari lagu-lagu popular (pop) — kebanyakan berasal dari Amerika sana — misalnya lagu-lagu yang berasal dari Tin Pan Alley (sebutan untuk koleksi lagu-lagu populer yang dipublikasikan oleh para produser rekaman dan musisi yang berdomisili di sekitar New York dan mendominasi lagu-lagu populer di Amerika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20), atau lagu-lagu dari pertunjukan musikal Broadway. Selain itu, sering juga terdapat persilangan antara musik blues dan musik pop pada lagu-lagu tersebut.

Jazz standard tidak melulu harus lagu-lagu yang dibawakan oleh seorang vocalist, bisa juga berupa instrumental. Tapi sesuai dengan judul post kali ini, tentunya dibatasi hanya pada lagu-lagu jazz standard vocal.

Kenapa memilih jazz standard? Menurutku karena ada anggapan yang secara tidak tertulis tapi sering diungkapkan secara tidak langsung oleh hampir sebagian besar musisi atau pencinta musik bahwa musik jazz memiliki kelas lebih tinggi dari musik lainnya, selain tentunya musik klasik (classical music).

Ada satu fakta menarik lainnya, yaitu bahwa para penyanyi pop atau jenis musik lain di luar jazz yang kemudian membuat rekaman berisi lagu-lagu jazz standard tersebut dilakukan pada saat kepopuleran mereka di genre musiknya mulai meredup atau secara kasar bisa dibilang sudah tidak laku lagi. Maka beralihlah mereka dengan merilis album jazz standard yang bisa jadi merupakan abum terakhirnya.

Siapa saja para penyanyi atau musisi tersebut? Sebut saja Sinead O’Connor, Sheena Easton, Rod Stewart, Barry Manilow, dan lain-lain yang daftar lengkapnya disertai dengan judul album dan lagu-lagunya akan dibuat di bawah ini.

Catatan lain bahwa khusus untuk Sinead O’Connor, Sheena Easton, dan Barry Manilow, aku punya albumnya (dalam bentuk CD) sehingga pernah mendengar langsung lagu-lagunya, tetapi untuk penyanyi lain hanya berupa daftar yang diambil dari internet tanpa pernah sekalipun mendengar lagunya.

(more…)

Pada sebuah event di London yang berlangsung tanggal 28 Mei 2009 jam 18.30 waktu setempat (29 Mei 2009 jam 00.30 WIB), Sony Ericsson memperkenalkan 3 buah ponsel terbarunya yang masuk dalam jajaran seri baru: Entertainment Unlimited, yaitu Sony Ericsson Satio, Sony Ericsson Aino, dan Sony Ericsson Yari.

Sony Ericsson Satio sebenarnya bukan merupakan ponsel yang benar-benar baru karena sudah pernah diperkenalan sebelumnya pada bukan Februari yang lalu dengan nama konsep Idou. Idou yang memiliki code name Kokoro atau Kokura ini akhirnya mendapatkan nama resmi sebagai Satio. Aino (eode nama: Sara) adalah sebuah ponsel berkamera 8 megapixel yang memiliki layar lebar (3″) dan keypad dalam bentuk slider. Yari (code name: Frida) adalah sebuah ponsel untuk fun yang mengedepankan fitur Gesture Gaming, sebuah teknologi yang sebelumnya hanya ada pada beberapa ponsel untuk operator NTT DoCoMo di Jepang.

Pada seri baru ini ada 4 hal yang layak dicatat:

  1. Pemakai tidak dibatasi lagi dengan fitur-fitur khusus pada musik, pencitraan, dan internet seperti yang selama ini banyak dialami pada ponsel Sony Ericsson. Misalnya seri Walkman yang mengedapkan fitur musik seringkali dibekali dengan kamera yang seadanya (tanpa autofocus, tanpa lampu flash, dll.), seri Cyber-shot yang fitur musiknya tidak sehebat seri Walkman, atau seri internet yang fitur masuk maupun kameranya kalah jauh dibanding 2 seri lainnya. Pada seri Unlimited Entertainment, Sony Ericsson membekali ponselnya dengan sejumlah fitur yang dapat dikatakan sebagai all-in-one karena baik fitur musik, pencitraan (kamera), internet maupun lain-lainnya merupakan yang terbaik.
  2. Layar yang lebar dan memiliki kemampuan layar sentuh (touchscreen). Perlu dicatat bahwa hanya Satio (sebelumnya diperkenalkan dengan nama konsep Idou) yang memiliki kemampuan full-touchscreen, sedangkan pada Aino dan Yari layar sentuh hanya berfungsi pada menu Media dan Camera-nya saja.
  3. Sistem operasi dan platform baru. Sony Ericsson Satio akan menggunakan OS Symbian S60 edisi ke-5, sama seperti yang ada pada Nokia 5800, hal ini berbeda dengan press release sebelumnya yang menyatakan bahwa Idou (Satio) akan menggunakan OS Symbian Foundation. Perubahan ini kemungkinan besar disebabkan oleh belum siapnya Symbian Foundation untuk mendukung Satio yang akan diluncurkan pada sekitar bulan Oktober atau November tahun ini. Dua ponsel lainnya, Aino dan Yari, akan menggunakan OSE (OS proprietary dari Sony Ericsson) yang menggunakan Java Platform terbaru, yaitu JP-8.5, dengan user interface yang merupakan pengembangan dari A200, yang di beberapa forum disebut-sebut sebagai A300.
  4. Tidak ada lagi penamaan menggunakan perpaduan huruf dan angka seperti pada seri lainnya semisal W910, C901, G705. Sony Ericsson memberi identifikasi berupa nama yang kemungkinan besar diambil dari nama-nama Jepang.

Berikut halaman masing-masing ponsel pada situs resmi Sony Ericsson yang berbahasa Indonesia:


Sony Ericsson Satio


Sony Ericsson Aino


Sony Ericsson Yari

Informasi lengkap mengenai ketiga ponsel di atas akan di-posting menyusul.