Posts Tagged ‘Ponsel Lokal’

Polytron. Siapa yang tak kenal dengan nama tersebut? Sebagian besar orang Indonesia tentu mengenal Polytron sebagai merek dalam negeri yang memproduksi berbagai macam alat elektronik untuk kebutuhan rumah tangga serta perangkat audio dan video. Polytron juga terkenal dengan kualitas audionya yang bagus, tak kalah dengan merek-merek terkenal dari Korea ataupun Jepang. Dan sebagai merek lokal, Polytron tentu saja punya kelebihan lain dengan harganya yang lebih murah daripada merek-merek luar. Bahkan di tengah gempuran produk-produk buatan China, Polytron pun tetap mampu bertahan selama lebih dari 30 tahun berkiprah dalam industri elektronik dalam negeri.

(more…)

Tiga buah tulisan terdahulu tentang handphone atau ponsel (merk lokal) buatan China mendapat respon yang lumayan banyak, ditandai dengan banyaknya komentar yang masuk dan sempat menjadi post paling ngetop di blog ini. Hampir dua tahun berlalu, ternyata kiprah ponsel China di Indonesia makin lama makin mantap saja.

Tahun 2009 yang baru lalu di Indonesia merupakan tahunnya Blackberry. Smartphone buatan RIM yang berasal dari Kanada ini begitu mendominasi penjualan ponsel di Indonesia. Toko-toko yang khusus menjual Blackberry semakin banyak didirikan, RIM pun secara resmi menempatkan perwakilannya di Indonesia, Indonesia menjadi negara dengan pemakai Blackberry terbanyak di dunia, hampir semua operator telepon selular menyediakan paket Blackberry messaging dan internet services, dan pemakai Blackberry dapat ditemui di mana saja: kantor, sekolah, mall, pasar, lift, jalanan, bis, angkot, dan banyak lagi.

(more…)

Serbuan Handphone-handphone Buatan China ke Pasar Indonesia – Bagian 1
Serbuan Handphone-handphone Buatan China ke Pasar Indonesia – Bagian 2

Mari kita lanjutkan lagi…

Di Bagian 3 ini, aku hanya ingin menyampaikan kembali ringkasan dari sebuah tulisan/artikel yang dimuat di majalah FORSEL edisi No. 12 bulan Desember 2008, di halaman 42-45 yang berjudul : 75 Ponsel TV Analog. Wow! Berarti udah ada minimal 75 buah ponsel TV Analog (buatan China) yang beredar di Indonesia! Jumlah yang cukup fantastis.

Berbeda dengan artikel di majalah FORSEL yang menyertakan gambar dari masing-masing produk, di blog ini hanya akan ditampilkan merk dan type-nya saja, karena sangat sulit mencari gambar ponsel-ponsel buatan China tersebut di internet.

Taxco memiliki paling banyak type ponsel TV dengan 9 buah seri, disusul oleh My-G dengan 8 seri, dan Hi-Tech dengan 7 seri. Kanselir paling sedikit dengan hanya menghadirkan 1 seri ponsel TV.

Oke, kita mulai saja ya.

Taxco (9 Seri) : TX63, TX66, TX80, TX81, DM77, DM78, DM90, DM93, EX70

My-G (8 Seri) : 810, 600, 660, 638, 678, 901, 800, 818

Hi-Tech (7 Seri) : H61, H38, H39, H382, H62, H63, H71

IMO (5 Seri) : C2000, TV9500, TV500c, TV600, TV600c

K-Touch (4 Seri) : V908, V918, DT08, DT28

Maxtron (4 Seri) : MG168, MG198, MG159, MG199

Mixcon (4 Seri) : CTV819, CTV880, MTV800, MTV880

AsiaFone (3 Seri) : AF-101, AF-102, AF-201

Beyond (3 Seri) : B818, B868, B808

D-One (3 Seri) : DM729, DM719, DG718

Mito (3 Seri) : 800, 828, 2068

StarTech (3 Seri) : ST79, ST59, ST69

Ti-Phone (3 Seri) : 6081, 6080, 7088

Titan (3 Seri) : T9898, T999i, T666i

Vitell (3 Seri) : TV89, TV318, TV88

Bluedio (2 Seri) : B701, B839

eTouch (2 Seri) : T3, TD150

G-Star (2 seri) : 808, 818

Virtu V (2 Seri) : V88, V989

Kanselir (1 Seri) : Eagle

Benar2 di luar dugaan, meskipun blog ini sebenarnya didedikasikan khusus untuk Sony Ericsson, tapi pada saat aku post tentang Serbuan Handphone-handphone Buatan China ke Pasar Indonesia, respon yang kudapat sangat banyak, bahkan post tersebut menjadi top post dengan view dan comment terbanyak sampai saat ini. Terima kasih buat teman2 dan para pembaca blog yang sudah menjadikan post tersebut sebagai bahan diskusi juga.

Post di atas sengaja aku edit dengan menambahkan “Bagian 1” pada judulnya karena aku akan melanjutkan cerita tentang handphone2 China tersebut pada post ini yang judulnya tetap sama tetapi dijadikan sebagai “Bagian 2”.

Sudah hampir 10 bulan berlalu sejak post Bagian 1, dan selama itu sudah terjadi banyak hal sehubungan dengan handphone2 China tersebut.

Semakin banyak merk yang beredar di Indonesia, semakin banyak pula type yang tersedia dengan desain dan fitur yang sangat beragam.

Merk2 berikut sempat di-sebut2 pada post di Bagian 1: Beyond, CECT, Coolpad, Daxian, D-One, EastCom, Haier, HiSense, Hi-Tech, Huawei, Konka, KOZI, K-Touch, MICXON, MITO, My G, NewGen, Nexian, StarTech, TAXCO, WOW, ZTC, ZTE, Altone, dan Anycall. Ada juga merk2 yang meniru bunyi merk terkenal seperti NCKIA dan NOKLA.

Dari komentar2 yang masuk di post Bagian 1, ada di-sebut2 merk2 seperti Anycool, mp4 (merk yang aneh), IMO, Titan, Prince, Z95 (ini merk atau type ya?), Leady, Cross, dan G Phone.

Sekarang ini, hampir di setiap mall atau pusat perbelanjaan yang terdapat toko2 handphone — misalnya di ITC Roxi Mas, ITC Kuningan, dll. — rata2 sudah ada toko atau booth khusus untuk handphone2 merk China tersebut. Biasanya merk yang sudah mempunyai toko resmi adalah merk yang sudah memiliki distributor dan service center resmi di Indonesia, tapi merk2 yang hanya punya booth khusus belum tentu sudah memiliki jaringan pelayanan purna jual yang bagus.

Majalah2 yang khusus membahas tentang teknologi selular — seperti T&t, Selular, Handphone (HP), dll. — sekarang pun selalu dipenuhi dengan iklan dan artikel tentang handphone2 China tersebut. Bahkan dari majalah2 inilah muncul istilah yang menurutku “salah kaprah” karena merk2 tersebut disebut sebagai “Ponsel Lokal” atau “Merk Lokal”. Hmmm… lokal dari mana yah? Padahal kan jelas2 kalau merk2 tersebut adalah buatan China yang dipasarkan di Indonesia, bukan diproduksi oleh Indonesia, kenapa kok tiba2 bisa disebut ponsel lokal? Tapi begitulah peran media, menyebarkan istilah yang bisa menjadi sangat populer di masyarakat.

Beberapa merk lain yang sempat aku temukan di majalah2 adalah : eTouch, Ti-Phone, Cross, Kanselir, Asiafone, Spirit, Maxtron, ViTell, G-Von, GStar, MG Com, Tiger, Lexus, Swahoo, dan Virtu-V. Mungkin yang lain ada yang mau menambahkan?

Mengenai fitur, merk2 China tersebut masih tetap mengandalkan TV Analog dan Dual Network atau Dual SIM Card, baik GSM-GSM maupun GSM-CDMA. Ponsel TV kebanyakan mengusung fitur touchscreen dengan layar super lebar, rata2 sekitar 3 inchi atau lebih.

Selain dual sim card, fitur terbaru yang ditawarkan akhir2 ini adalah 3-in-1 alias 3 SIM Card sekaligus di dalam 1 handphone, semuanya dalam kombinasi 2 GSM dan 1 CDMA. Merk dan type yang tersedia untuk 3-in-1 ini masih sangat terbatas, tapi tidak menutup kemungkinan akan menjadi tren baru di tahun 2009 mendatang.

Fitur kamera juga semakin berkembang dengan dirilisnya beberapa type yang menawarkan resolusi kamera sampai dengan 8 Megapixel, hampir semuanya dengan jenis lensa CCD, autofucus, flash, bahkan optical zoom. Tampilannya pun sangat mirip dengan kamera digital.

Berminat? Silakan dipikirkan dan dicoba sendiri ya…

Selamat tahun baru 2009 untuk semuanya..