Posts Tagged ‘Sop Iga’

Salam jumpa kembali.

Sudah sangat lama ya aku gak pernah nulis lagi di blog ini. Terlalu banyak kesibukan yang menyita, juga karena ada beberapa hari yang harus kuhabiskan dengan berbaring di kamar perawatan rumah sakit, sebanyak 2 periode perawatan, serta masa-masa sebelum dan sesudah perawatan yang memang tidak memungkinkan bagiku untuk menulis.

Banyak hal yang sebenarnya bisa kutulis berkaitan dengan berbagai isu seputar teknologi komunikasi seluler. Tapi saat ini aku sedang merasa jenuh, bosan, dengan hal-hal semacam itu.

(more…)

Saya ingin menulis tentang kuliner lagi. Tapi jangan harap ada tulisan tentang makanan mahal-mahal yang sering muncul di televisi atau yang direkomendasikan oleh Bondan Winarno, misalnya, ini hanya sekedar berbagi pengalaman tentang makanan yang ada di sekitar tempat tinggal saya saja.

Seperti pernah saya tulis beberapa tahun lalu di sini, jenis makanan kegemaran saya adalah berbagai macam sop, seperti sop daging, sop iga, atau sop buntut. Tapi terbatas hanya pada sop dengan kuah bening, karena itu sop konro atau sop buntut yang kuahnya berwarna hitam tidak masuk ke dalam selera saya.

(more…)

Tentang apa sih sebenarnya ini? Hanya cerita pengalaman pribadi saja. Tentang makanan yang enak dan yang gak enak, yang murah dan yang mahal, yang segar dan yang basi. Ada juga tentang hal-hal lain di luar makanan. Simak aja kalau berminat.

Terus terang, aku bukan seorang wisatawan kuliner yang berburu makanan sampai ke tempat yang jauh hanya untuk mencoba menikmati makanan tertentu. Tapi bukan berarti aku gak tahu mana makanan yang enak dan gak enak kan? Paling-paling aku hanya mencoba beberapa makanan di tempat makan yang ada di sekitarku, bisa di sekitar tempat kerja, atau di dekat rumah.

Makanan kegemaranku adalah aneka sop. Catat ya: SOP, bukan soto. Buatku definisi dari sop adalah makanan berkuah yang isinya daging plus sayuran, dan kuahnya harus bening. “Bening” di sini artinya bukan jernih yang seperti jernihnya air putih, tapi tidak diberi sesuatu yang membuat warna kuah menjadi “butek” atau “buram”, semisal santan, atau bahkan yang lebih aneh lagi: susu. Buatku, makanan berkuah yang kuahnya diberi santan atau susu itu bukan sop, melainkan soto. Entahlah benar atau tidaknya, ini hanya menurut persepsiku saja. Sorry ya buat pakar kuliner kalau aku bikin definisi sendiri.

Jadi, kalau merujuk pada “definisi” di atas, aku akan mengenyampingkan atau menyingkirkan jenis makanan berkuah berikut dari daftar favoritku, karena menurutku yang berikut ini adalah “bukan sop” (sekaligus berarti tidak aku sukai):

(more…)